Sabtu, 25 Mei 2019

Mempromosikan Destinasi Wisata Melalui Film

admin Minggu, 12 Mei 2019 11:49 WIB
Harus diakui film memiliki kekuatan yang luar biasa dalam memengaruhi perilaku. Manusia cenderung meniru dan mengikuti idolanya. Film menciptakan sosok idola, apakah itu aktor atau artisnya. Itu sebabnya, film sangat efektif dalam memasarkan sesuatu dan menanamkan ide.

Korea Selatan sangat memahami kekuatan tersebut. Lihatlah banyaknya film dan drama yang secara tidak langsung mempromosikan destinasi wisatanya. Tak heran, gara-gara film dan drama, negara Ginseng tersebut diserbu wisatawan asing.

Trend populernya dunia industri film dan drama Korea dilirik negara lain. Sudah ada beberapa yang mengambil lokasi syuting di Eropa. Meski tak diungkap terbuka, bisa dipahami bahwa pemilihan lokasi tersebut merupakan pesanan sponsor.

Sebut saja drama "Goblin" yang populer bukan hanya di Asia, bahkan ke Eropa dan Amerika. Pantai yang menjadi lokasi adegan romantis dramanya, hingga kini menjadi destinasi wisata populer. Belakangan makin banyak film dan drama yang sebenarnya sarat dengan pesan promosi.

Indonesia memiliki banyak objek wisata yang luarbiasa, salah satunya Danau Toba. Era digital telah mengubah konsep pemasaran. Perlu terobosan untuk mempromosikannya kembali secara luarbiasa pula. Film dan drama harus digunakan secara terencana untuk menjual keindahan dan keunikan Indonesia.

Memang sudah ada upaya secara lokal. Beberapa kali Pulau Bali djadikan setting film televisi (FTv). Ada Apa Dengan Cinta 2 juga menyodorkan konsep yang sama. Tetapi jumlah film yang memiliki misi mempromosikan Indonesia masih sangat minim, bahkan langka.

Itu sebabnya kita mengapresiasi film "Pariban" yang sedang tayang di bioskop Indonesia. Genrenya memang komedi, tetapi settingnya Danau Toba. Sepanjang film disuguhkan keindahan Danau Toba dan keunikan budaya Batak.

Tak mudah memproduksi film seperti "Pariban". Sebab tak cukup hanya idealisme saja. Biayanya tak kecil, tetap masih sulit, jika hanya berharap dari jumlah penonton. Alangkah baiknya pemerintah daerah dan para pelaku wisata ikut menjadi sponsor.

Kita berharap melalui film dan drama pariwisata Indonesia makin dikenal. Sebab fokus pengunjung tidak hanya dari luar negeri. Pasar dalam negeri sangat besar untuk diajak mengunjungi destinasi wisata.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments