Sabtu, 15 Agu 2020

TAJUK RENCANA

Memaknai Hari Raya Kurban di Tengah Pandemi

redaksisib Kamis, 30 Juli 2020 10:18 WIB
kate.Id

Ilustrasi

Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat 31 Juli 2020.

Disebut sebagai hari raya haji (lebaran haji) karena pada hari ini, kaum muslimin sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, melakukan wukuf di Padang Arafah. Mereka semua mengenakan pakaian ihram (serba putih).

Perayaan Idul Adha juga sering disebut dengan hari raya kurban. Seperti halnya peristiwa penting lainnya, sejarah Idul Adha dalam agama Islam berkaitan dengan peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS) bersedia mengorbankan putranya sendiri Ismail, untuk disembelih sebagai bentuk ketaatan beliau pada Allah Swt.

Ibadah kurban hukumnya sunah muakad (sangat dianjurkan) bagi orang yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan Rasulullah:''Barang siapa memiliki kelapangan keuangan, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami.'' (HR Ahmad).


Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa makna penting.

Pertama, ibadah kurban merupakan usaha seorang muslim mendekatkan diri kepada Allah Swt. Untuk mau dan dapat berkurban perlu melakukan mujahadah (berjuang), terutama mengendalikan hawa nafsu dan egoisme diri. Egoisme cenderung membuat orang lupa kepada Allah dan mengabaikan ajaran agama termasuk berkurban.

Kemauan berkurban terkait pula dengan ketakwaan seseorang. Takwa ini pula yang dinilai Allah dalam berkurban, seperti firman-Nya, ''Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.'' (QS 22: 37).

Kedua, melaksanakan kurban merupakan wujud syukur kepada Allah atas nikmat yang diterima selama ini. Karena itu, wajar sebagian nikmat yang diperoleh tersebut digunakan untuk menaati perintah Allah dengan berkurban. Firman Allah Swt, ''Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.'' (QS 108: 1-2).

Ketiga, penyembelihan hewan kurban bertujuan membantu sesama, terutama yang kurang mampu melalui pendistribusian daging kurban kepada mereka. Ini bukti kemurahan hati orang yang berkurban kepada sesama manusia. Melalui pembagian daging hewan kurban diharapkan tercipta kebersamaan dan persaudaraan antara sesama muslim dan manusia secara keseluruhan.

Persaudaraan yang hakiki terwujud ketika manusia saling menyayangi, saling menyantuni, saling memberi. Orang kaya memberi yang miskin dan yang kuat membantu yang lemah. Ibadah kurban merupakan salah satu upaya Islam mewujudkan cita-cita ini.

Keempat, kurban yang dilakukan dengan menumpahkan darah hewan adalah simbol agar orang berkurban menanggalkan sifat-sifat kebinatangan yang melekat pada dirinya, misalnya sifat bengis, licik, dan egoisme. Begitu pula melalui kurban seorang muslim diminta menanggalkan penghambaan sesama makhluk, karena Islam hanya membenarkan penghambaan kepada Allah.

Semua sifat-sifat yang buruk ini harus dijauhkan dari kehidupan muslim, kapan dan di manapun. Dalam pengertian lebih luas, upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan berkurban, bukan hanya dengan menyembelih hewan, tapi bisa juga dalam bentuk lain.

Misalnya memberikan sebagian harta untuk kemaslahatan umat. Bagi yang mampu bantulah yang tak mampu seperti membantu fakir miskin, membangun tempat ibadah, sarana pendidikan, dan berbagai kepentingan umat lainnya. Selain dalam bentuk fisik, berkurban juga dengan membangun mental yang baik, misalnya meningkatkan rasa empati dan peduli terhadap sesama.

Nilai dan makna kurban di atas perlu dimiliki setiap orang. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini yang memporakporandakan hampir semua sendi kehidupan. Khusus di bidang ekonomi, pandemi menambah jumlah masyarakat miskin karena korban PHK, sulitnya mencari nafkah dan sebagainya.

Bila kita bisa mengambil makna dari hari raya kurban ini, tentu solidaritas terhadap sesama akan semakin tinggi. Akan tercipta kehidupan yang baik di tengah masyarakat, sehingga -- meski dampak pandemi semakin berat -- kita akan bersama saling bantu untuk hidup lebih mudah. (***)
T#gs tajuk rencana
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments