Sabtu, 19 Sep 2020

TAJUK RENCANA

Masker Gratis Bagi Rakyat

redaksisib Sabtu, 21 Maret 2020 10:35 WIB
harianhaluan

Ilustrasi

Pemerintah telah menetapkan wabah virus corona sebagai bencana nasional non-alam. Meski tidak menerapkan kebijakan lockdown, dampaknya sangat terasa dalam berbagai bidang. Kepanikan sangat terasa, bukan hanya dari kalangan bawah, tetapi semua lapisan masyarakat.

Informasi wabah ini meluas dengan cepat karena dibantu makin canggihnya teknologi digital. Apalagi dengan mudahnya akses ke internet, mayoritas tahu virus tersebut belum ada obatnya dan mematikan. Satu-satunya cara yang tersedia, masih melakukan tindakan preventif.

Itu sebabnya, orang-orang menyerbu apotek dan pusat perbelanjaan. Mereka memborong masker dan hand sanitizer. Sebab di Indonesia, orang sehat pun memakai masker, bukan hanya yang sakit.

Tingginya permintaan, membuat harga melambung tinggi. Masker dan hand sanitizer menghilang dari pasaran. Penjual mengaku tak memiliki barang dan ketika dipesan dari distributor, jawabannya memang stok kosong.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan ini. Pertama, memang barangnya habis karena diborong orang-orang. Kedua, ada spekulan yang bermain dengan menimbunnya. Tujuannya jelas untuk meraup untung sebesar-besarnya.

Polisi sebenarnya sudah mengambil tindakan. Sudah spekulan yang ditangkap dan ditahan. Namun, masker dan hand sanitizer tetap langka. Berarti memang benar, barangnya kosong di pasar.

Perang terhadap virus corona tidak akan berhasil jika masker dan hand sanitizer hilang. Percuma sekolah diliburkan, dan diisolasi di rumah. Jadi, pemerintah harus menjamin ketersediaan bagi kedua barang tersebut.

Tak sulit bagi pemerintah menyediakan barang tersebut. Langkah pertama, membeli dari luar negeri, jika tak ada produk lokal. Kedua, menugaskan BUMN memproduksinya secara massal.

Tugas pemerintah menjamin ketersediaan masker dan hand sanitizer. Bila perlu bagi secara gratis kepada rakyat yang memerlukan. Sebab virus corona hanya akan efektif diperangi dengan pencegahan. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments