Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Mari Menghormati Pilkada Taput

Sabtu, 08 Maret 2014 10:37 WIB
PILKADA Taput putaran kedua sudah selesai dan masyarakat Taput sudah selesai memberikan hak pilihnya. Dua pasangan yang bertarung Saurma Lumban Tobing/ Manerep Manalu dan Nikson Nababan/ Mauliate Simorangkir. Siapa yang menang dalam pilkada Taput, masih menunggu pengumuman resmi KPU Taput.

Pasca selesainya pemilihan semua elemen masyarakat, aparat penegak hukum, parpol, LSM, dan juga pers menghormati pilihan masyarakat Taput ini. Siapa yang menang harus dihormati, siapa yang kalah juga harus dihormati dan ditempatkan sebagai saudara atau mitra kerja. Inilah nilai demokrasi yang sesungguhnya. Pilkada bukan persoalan merebut dan mempertahankan kekuasaan belaka.

Pilkada adalah proses politik sebagai jalan mengabdi kepada masyarakat. Melalui pilkada semua calon Bupati/ Wakil Bupati akan melakukan yang terbaik kepada masyarakat melalui pemerintahan. Dalam kultur Batak Toba pemerintah berarti "parhobas". Parhobas  selalu berkeringat  karena disuruh bekerja dengan baik, tulus, dan tanpa pamrih. Tetapi parhobas selalu "diparsangapi" (sangat dihormati) dengan memberikan apa yang jadi haknya setelah terlebih dahulu bekerja dengan baik dan benar.

Kepala daerah bukanlah sekedar jabatan, tetapi amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada rakyat dan juga kepada Tuhan. Proses pilkada Taput kalau kita lihat ke belakang sarat dengan berbagai konflik, bahkan sampai ke Mahkamah Konstitusi. Sementara dalam budaya Batak Toba semua masalah selalu diselesaikan dengan pendekatan dialog kebudayaan. Budaya Batak Toba merupakan budaya yang saling menghormati, menghargai, dan selalu merendah. Dalam pembicaraan  pun selalu "mangelek" (merendah) dengan mengatakan "rajanami" (raja secara perilaku) yang kemudian dibalas dengan jawaban "olo rajanami, nauli rajanami". Inilah budaya Batak Toba yang sangat kaya akan penghormatan kepada sesama dan semua manusia.

Kini pilkada Taput sudah selesai. Jangan kita bicarakan menang kalah, mari kita bicarakan bagaimana masa depan Taput lima tahun kedepan. Apakah bona pasogit bisa lebih baik dari yang sekarang ini? Tujuan masyarakat berpilkada di Taput untuk memilih "parhobasnya" agar mampu menyediakan apa yang jadi kebutuhan masyarakat di Taput.

Untuk itu, sebagai masyarakat berbudaya, mari menghormati dan menerima semua proses pilkada dengan lapang dada. Kelemahan pasti ada, dan ini jadi masukan untuk melakukan perbaikan kedepannya. Bagi masyarakat Taput supaya menerima hasil pilkada dengan lapang dada dan jangan sampai terhasut oleh " panjahut-jahut" (provokator) yang bisa memperkeruh suasana.

Kemudian kepada semua elite lokal hendaknya menunjukkan sikap negarawan dan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Pendidikan politik sangat penting agar masyarakat makin cerdas dan kritis secara politik. Jangan pula elite politik yang tidak siap dengan hasil pilkada. Siapapun yang jadi pemenang bukan masalah bagi kita.

Pilkada telah memakan biaya, waktu yang sangat mahal. Jangan sampai uang dan waktu itu terbuang dengan percuma. Dan kepada kontestan hargailah pilihan masyarakat. Semoga hasil Pilkada Taput merupakan "starting point" untuk membangun Taput ke arah yang lebih baik lagi. Inilah harapan kita semua, termasuk semua etnis Batak Toba yang ada di seantero dunia ini yang menginginkan "bona pasogitnya" hidup damai dan rukun dalam ikatan dalihan natolu. (#)  
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments