Senin, 20 Mei 2019

Marhaban Ya Ramadan

admin Senin, 06 Mei 2019 12:51 WIB
Mulai hari ini, umat Islam di Indonesia sudah memasuki masa puasa selama satu bulan penuh. Umat Muslim menjalankan perintah agama, bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi mengendalikan hawa nafsu dalam kehidupan duniawi.
Indonesia memang bukan negara agama. Meskipun begitu, penghargaan negara dan bangsa ini terhadap agama sangat tinggi. Orang yang menyambut bulan puasa bukan hanya yang beragama Islam saja. Banyak warga nonmuslim yang dengan tulus mengucapkan selamat berpuasa, baik secara langsung, maupun di media sosial.

Ada juga sudah mempersiapkan dirinya agar tidak melakukan hal-hal yang bisa mengganggu orang-orang yang menjalankan ibadah puasa. Umumnya orang Indonesia yang nonmuslim sudah tahu apa-apa yang bisa dilakukan dalam mengapresiasi orang yang sedang berpuasa.

Menjelang puasa, orang Indonesia memiliki tradisi yang unik dalam menyambutnya. Di Aceh misalnya ada "meugang" yakni memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu. Tradisi yang mirip di Sumut disebut "punggahan". Ada juga menyambutnya dengan acara mandi bersama di sungai, seperti di Tapanuli Tengah.

Hal-hal yang bisa mengganggu orang berpuasa harus diminimalkan, walau tak bisa menutup semua. Tempat-tempat hiburan dibatasi jam operasionalnya, bahkan di beberapa daerah harus tutup selama Ramadan. Razia sudah gencar dilakukan untuk memastikan pengusaha hiburan mematuhi instruksi pemerintah tersebut.

Begitu juga dengan rumah makan, masih bisa beroperasi secara terbatas dengan tetap menghormati yang berpuasa. Mereka diwajibkan menutup etalase makanannya sehingga tidak menyolok. Bahkan ada juga pengusaha yang menutup rumah makannya secara total selama Ramadan.

Masyarakat Indonesia yang tidak berpuasa juga sudah terbiasa menghargai orang yang berpuasa. Bentuknya dengan cara menahan diri di depan mereka yang puasa, seperti makan, minum dan merokok. Ini merupakan perwujudan sikap toleransi antar umat beragama yang sudah ada sejak lama di Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan bagi yang berpuasa, pemerintah sudah sejak lama melonggarkan jam kerja di kantor pemerintah dan sekolah-sekolah selama Ramadan. Masuk kerja lebih lama dan pulang lebih awal dari biasanya. Banyak perusahaan swasta ikut menerapkan kebijakan tersebut. Kantor-kantor aktif menggelar kegiatan bersifat rohani seperti pesantren kilat dan buka puasa bersama.

Bagi yang berpuasa bulan Ramadan merupakan kesempatan menunaikan kewajiban agama dan memerdalam keimanan. Sedangkan yang tak berpuasa, peluang untuk memertebal sikap tenggang rasa, menghormati, saling menghargai dan toleransi antar umat beragama. Marhaban ya Ramadan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments