Sabtu, 14 Des 2019

Malapetaka akibat Medsos

admin Minggu, 17 Februari 2019 12:46 WIB
Ketidakhati-hatian dalam menggunakan media sosial (medsos) kembali mengambil "korban". Kali ini CEO Bukalapak Ahmad Zaky yang harus merasakan akibatnya. Hanya karena cuitannya di twitter, terjadi "uninstall" aplikasi Bukalapak secara besar- besaran.

Zaky tak sendirian yang terkena dampak karena postingan di medsos. Untung dia tak terkena pidana, namun secara komersial sudah sangat merugikan.

Tak bisa dibayangkan betapa banyak orang yang terkait Bukalapak sempat panik. Ada yang tak hati-hati bermedsos, hidupnya berakhir di penjara. UU ITE menjerat dengan ancaman hukuman yang tak sedikit.

Sebagian besar menyesal setelah tahu akibat harus ditanggung karena sembrono dalam berselancar di media sosial. Perkembangan internet yang luar biasa yang melahirkan medsos.

Banyak orang lebih memilih berinteraksi dalam platform baru ini. Bahkan sudah seperti kecanduan, dan sudah menjadi keharusan mengeceknya dari waktu ke waktu. Banyak mengira bermedsos di akunnya sendiri berarti privat. Lalu mereka suka-suka membuat postingan, berkomentar dan membagikan sesuatu.

Padahal medsos adalah ruang publik, semua orang bisa melihat, membaca dan menontonnya. Internet telah memiliki publik tersendiri yang disebut netizen.

Mereka ini yang akan bereaksi manakala ada postingan yang dianggap tak elok. Netizen meski di dunia maya memiliki psikologi yang sama seperti dunia nyata. Meski netizen bersifat global, etika yang dianutnya tetap dipengaruhi budaya lokal. Indonesia masih kuat dalam agama dan budaya. Jadi, setiap postingan di medsos yang bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia, akan mendapat kecaman, bahkan serangan dari netizen.

Itu yang dialami Zaky dan korban medsos lainnya. Netizen yang maya akan melakukan "penghakiman" terhadap perilaku yang dianggap tak patut. Bayangkan jika itu politisi, maka kariernya akan habis, dan jika pebisnis maka ambruklah usahanya. Jika dulu pepatah menyebutkan "mulutmu harimaumu", di era medsos bertambah menjadi "jarimu harimaumu".

Apa yang diposting menggunakan jari di telepon cerdas (smartphone), bisa menjadi malapetaka, bila tak bisa bijak. Jadi cerdas dan berhikmatlah dalam bermedsos. (**)
T#gs Malapetaka akibat Medsos
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments