Minggu, 21 Apr 2019

Kontribusi Pers Membangun Ekonomi Kerakyatan

admin Minggu, 10 Februari 2019 10:38 WIB
Sabtu, 9 Februari 2019 diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN) dan dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur. Presiden Jokowi memberi perhatian besar dan berkenan hadir dalam perhelatan akbar tersebut. Ribuan wartawan berbagai media dengan platform berbeda, baik lokal maupun asing, memeriahkan acara ini.

Tepat 73 tahun yang lalu, pada 9 Februari 1946, organisasi insan pers pertama, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terbentuk dengan anggota yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Momentum tersebut yang dipilih menjadi HPN. Walau faktanya, organisasi wartawan sudah sangat beragam setelah era reformasi, bukan lagi hanya PWI.

Tema HPN kali ini adalah "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital". Ini mengingatkan peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai fungsinya, yakni menginformasikan, mendidik, menghibur dan kontrol sosial, pers bisa berkontribusi dalam banyak hal, termasuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis digital.

Dalam konsep ekonomi kerakyatan, pelaku utamanya adalah rakyat itu sendiri. Rakyat perlu didorong dan didukung agar memaksimalkan potensi dirinya dalam mengelola ekonomi. Pers bisa mengoptimalkannya dengan pemberitaan positif mengangkat berbagai potensi ekonomi kerakyatan, menyambungkannya dengan modal, dan mendorong ada keberpihakan kepada mereka.

Digitalisasi juga telah menyentuh pers. Dalam menghasilkan produk jurnalistik, sebagian besar telah memakai teknologi digital. Jadi dalam rangka mendukung ekonomi kerakyatan, pers bisa menularkan pengalaman penggunaan digitalnya kepada masyarakat.

Agar bisa mengedukasi ekonomi kerakyatan berbasis digital, pers harus mengadopsinya terlebih dahulu. Sebab digitalisasi sudah merupakan keharusan saat ini. Meski begitu, kualitas tak bisa diabaikan. Kemudahan yang diberikan teknologi bukan alasan untuk mengabaikan kaidah jurnalistik.

Misal, di era ini kecepatan menyampaikan informasi menjadi sangat penting, terutama karena adanya media sosial. Untuk mengejarnya, kadang disiplin verifikasi data dan fakta terlupakan. Akibatnya, berita yang disajikan menjadi tidak akurat dan rawan gugatan.

Ketaatan terhadap kaidah jurnalistik jangan kendur karena berbagai kemudahan teknologi. Kecanggihan harus dimanfaatkan meningkatkan kualitas dan lebih kreatif. Itu mesti diteladankan dan diinformasikan insan pers kepada masyarakat.

Pelaku ekonomi akan sangat terbantu jika mengadopsi teknologi digital. Dari proses produksi, bahan baku hingga pemasaran, banyak hal biaya yang terpangkas. Pers sudah mengalaminya dan kini bertanggung jawab menyosialisasikannya ke masyarakat. Sudah saatnya pers berkontribusi membangun ekonomi kerakyatan. (**)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments