Minggu, 17 Nov 2019

Keseimbangan Negara dan Rakyat

bantors Senin, 21 Oktober 2019 15:01 WIB
Presiden Jokowi telah sah meneruskan pemerintahannya di periode kedua. Pelantikan berlangsung gegap gempita dalam sidang MPR disaksikan rakyat Indonesia melalui siaran langsung di televisi dan internet. Perwakilan negara sahabat hadir memberi selamat sebagai bentuk apresiasi.

Ada yang menarik dalam sambutan Ketua MPR Bambang Soesatyo yang menekankan perlunya keseimbangan antara negara dan masyarakat. Bila negara terlalu kuat dan masyarakat lemah, maka yang akan muncul adalah pemerintahan otoriter. Sebaliknya, jika negara lemah dan masyarakat terlalu kuat maka yang terjadi adalah anarki.

Bamsoet berharap kehadiran negara dan masyarakat yang sama-sama kuat. Untuk mewujudkannya, perlu dibangun rasa saling percaya antara masyarakat dan negara maupun antarelemen dalam negara. Soliditas dan solidaritas mesti dibangun melalui kesadaran akan tanggung jawab sebagai rakyat dan negara di sisi lain.

Musuh Indonesia takkan menyukai negara dan masyarakatnya sama-sama kuat. Kecurigaan dan perpecahan ditebar untuk mengadu domba. Berbagai teknik "proxy war" dilakukan untuk melemahkan rakyat, seperti Narkoba, radikalisme dan terorisme. Sementara negara dilemahkan dan didelegitimasi melalui isu, teror dan aksi unjukrasa berkepanjangan.

Harus ada jaminan kapasitas rakyat untuk memerjuangkan hak-hak sipil dan politik serta ekonomi, sosial dan budaya tanpa represi dan intimidasi, dari siapapun. Sebaliknya negara mesti dihormati secara layak dalam menjalankan kewenangannya. Perbedaan pendapat harus diselesaikan pada saluran yang benar, baik secara politik, maupun hukum.

Dalam rangka memerkuat rakyat dan negara, kualitas layanan pemerintah mesti ditingkatkan. Tidak cukup lagi secara program bagus, namun buruk dalam implementasi dan penerimaan rakyat. Presiden Jokowi dalam sambutan saat pelantikan menyebutkan jangan lagi kerja berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil yang nyata.

Bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan. Jokowi menyebutkan cara mengeceknya itu mudah. Saat mengirim pesan melalui SMS atau WA, ada "sent", artinya telah terkirim, dan "delivered", artinya telah diterima. Tugas pemerintah menjamin "delivered", bukan hanya menjamin "sent".

Penegasan Jokowi patut didukung, yang tidak mau lagi birokrasi pekerjaannya hanya "sending-sending" saja. Tugas birokrasi adalah "making delivered", yang menjamin agar manfaat program dirasakan masyarakat. Dengan demikian rakyat akan makin terbangun dan kehadiran negara makin nyata, yang artinya makin kuat.

Program yang hanya indah tetapi tak mendarat, hanya akan mengundang cela dan amarah rakyat. Jadi ada benang merah pernyataan Bamsoet dan Jokowi. Mari perkuat negara dan rakyat secara berbarengan. Ini tugas bersama, yang bukan hanya pemerintah saja yang berperan. Selamat atas pelantikan Presiden Jokowi! (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments