Sabtu, 11 Jul 2020

Fokus

Kapan Medan Bebas Banjir?

Minggu, 31 Agustus 2014 13:36 WIB
Kapan-  Medan bebas banjir? Pertanyaan di atas sederhana saja, jawabnya pun sederhana, tahun ini, bulan depan, minggu depan, lusa, atau hari esok.

Jika ada kepastian pada jawabannya, apakah jawaban itu bisa ditagih oleh warga Medan yang sudah cukup lama menderita karena banjir yang terus melanda?

Bukankah dari tahun ke tahun dalam APBD Kota Medan selalu ditampung anggaran untuk memperbaiki drainase agar banjir tidak terjadi?

Banjir merupakan konsekuensi dari gagalnya manajemen lingkungan yang dipraktikkan oleh pemerintah dan masyarakat.

 Tata kelola lingkungan yang kurang dari pemerintah, disamping kesadaran lingkungan warga yang sangat rendah tentu bisa jadi pemicu utama banjir di Kota Medan. Mengingat musim ini adalah musim hujan, Medan sangat rentan banjir. Jika diguyur hujan 15 menit saja indikasi bakal banjir sudah sangat jelas terlihat. Kalau sudah banjir semua saling menyalahkan, menggerutu, dan mencari kambing hitam siapa yang pantas untuk disalahkan.

Apakah mengelola banjir sangat sulit dilakukan sehingga dari tahun ke tahun ini jadi masalah akut di Medan? Bukankah Pemko sudah menganggarkan miliaran rupiah untuk menanggulangi banjir dalam APBD dan mengapa tidak pernah efektif mencegah banjir di setiap musim hujan? Kita di sini tentu bukan mempersoalkan siapa yang salah. Solusi untuk mencegah banjir yang paling utama.

Mencari solusi bagaimana mengatasi banjir dengan konsep manajemen lingkungan yang terukur, terarah, efektif dan efisien tentu hal yang perlu dilakukan oleh Pemko Medan. Dan kemudian dukungan masyarakat supaya lebih peduli juga sangat dibutuhkan. Masyarakat tidak boleh menutup mata dan harus sadar diri banjir juga karena kelalaian masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

Begitu gampangnyalah kita membuang sampah di sembarangan tempat. Drainase yang ada di depan rumah kita tidak pernah kita perhatikan. Akibatnya, jika hujan datang semua saluran air tergenang dan tidak bisa menampung. Akibatnya semua air tumpah ruah ke jalan, kemudian banjir.

Untuk itu, tata kelola manajemen lingkungan yang dilakukan oleh Pemko Medan harus bersinergi dengan masyarakat. Saatnya evaluasi total dilakukan mengapa  mengatasi banjir sampai saat ini belum bisa berjalan dengan baik. Kita tidak mengerti, Belanda saja mampu membendung laut untuk memperoleh daratan. Sementara kita hanya untuk mengatasi banjir yang sumber airnya  dari hujan sangat sulit.

Bisa  kita bayangkan, jika Tuhan tidak memberikan kita hujan, apa yang bakal terjadi? Semua petani akan protes, bahkan kita pun protes karena  tumbuhan akan kering. Ketika Tuhan menganugerahkan kita hujan sebagai berkat, mengapa kita tidak mengelola berkat itu jadi  manfaat yang lebih besar?

Bukankah air merupakan kebutuhan dasar manusia dan disediakan sang pencipta tanpa membayar seperti air hujan misalnya?

Mari berpikir jangka panjang. Saatnya solusi mengatasi yang lebih penting dan keterbukaan semua pihak. Saling menyalahkan bukan solusi karena hanya membuat kita ribut, sementara substansi persoalan adalah mengatasi banjir agar jangan mengganggu aktivitas kita dan kita semua bisa menikmati air hujan sebagai berkat Tuhan. (#)
T#gs Medan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments