Sabtu, 11 Jul 2020

Tajuk Rencana

Kabinet Jokowi-JK

Kamis, 18 September 2014 12:33 WIB
Presiden-  terpilih Joko Widodo mengumumkan struktur utama kabinetnya kepada pers. Dalam pengumumannya, Joko Widodo menyatakan bahwa pilihannya akan mengikuti struktur kabinet yang sebelumnya telah ada. Ia menyatakan tidak akan merampingkan kabinet dan tetap mempertahankan komposisi 34 menteri dan 3 menteri koordinator. Kemudian, dari 34 menteri, Joko Widodo juga menyatakan bahwa akan ada 18 orang yang berasal dari kalangan profesional dan 16 orang dari profesional partai politik. Sebagian jabatan menteri yang dipastikan tidak akan diisi oleh kalangan parpol adalah posisi Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Menteri Pertanian. Selain itu, Joko Widodo juga memberikan informasi bahwa dirinya memastikan tidak akan mempertahankan jabatan wakil menteri untuk sebagian besar kementerian. Tetapi khusus untuk jabatan Menteri Luar Negeri, Joko Widodo akan tetap mempertahankannya.

Membaca struktur dan komposisi tersebut memang terlihat dengan jelas bahwa Joko Widodo ingin tetap mengakomodasi kepentingan parpol, terutama pendukungnya. Realitas memang demikian. Dalam setiap pemerintahan terutama karena posisi koalisi pendukung masih kurang dominan, maka wajarlah Joko Widodo mengalokasikan posisi menteri kepada para pendukungnya.

Memang awalnya publik mengharapkan bahwa Joko Widodo akan memperlihatkan wajah yang lebih profesional. Artinya sebagian besar akan terpilih orang-orang yang memang selama ini tidak berinteraksi dengan parpol. Tetapi rasanya itu mustahil. Joko Widodo bukan saja akan berhadapan dengan parlemen, tetapi juga dengan politisi dari kalangan internal pendukungnya bersama Jusuf Kalla.

Tidaklah mungkin menjadikan sebuah pemerintahan bebas parpol. Itu adalah sebuah pandangan yang jelas tidak terbantahkan. Kabinet profesional hanya akan menjadikan Joko Widodo tidak bisa melaksanakan apapun, karena pasti akan dihadang dimana-mana oleh parpol.

Pengumuman Joko Widodo ini juga harus dilihat pada perspektif yang lebih luas. Tentu saja posisi menteri adalah posisi yang ditawarkan kepada pihak lain.

Tentunya juga Joko Widodo masih ingin memperkuat posisinya di parlemen. Maka wajarlah kemudian pengumumannya hanya menyatakan jumlah menteri dan komposisinya. Ada semacam keinginan untuk menunjukkan kepada parpol yang belum satu kubu bahwa masih ada tempat untuk mereka jika ingin bergabung. Strategi politik ini tentunya masih sangat mungkin terjadi dan terwujud mengingat pendekatan-pendekatan masih terus dilakukan oleh Joko Widodo kepada parpol lain di luar koalisinya.

Lalu soal jumlah 34, kritik pedas datang dari pemerintahan SBY yang kabarnya menyatakan bahwa ternyata pengurangan menteri tidak bisa diwujudkan Joko Widodo. Ada benarnya pendapat tersebut, tetapi Joko Widodo sendiri berkali-kali menyatakan bahwa negara ini besar, maka perlu sebuah kabinet yang memang mengurus pekerjaan yang besar itu.

Maka kita berharap bahwa jumlah 34 ini sebenarnya adalah untuk mempercepat pekerjaan Joko Widodo dan JK.

 Mengutak-atik kementerian tentu memerlukan waktu yang sangat panjang bagi elemen di dalamnya untuk beradaptasi.

Apalagi Joko Widodo dan JK berkali-kali menyatakan bahwa mereka akan langsung bekerja dan tidak akan menggunakan waktu terlalu banyak untuk berleha-leha. Hari pertama katanya akan langsung tancap gas menunjukkan kinerjanya kepada masyarakat.

Maka kita tunggulah pengumuman berikutnya. Harapan berikutnya adalah bahwa nama-nama menteri akan menjadi nama-nama yang semakin memberikan kepercayaan kepada kita bahwa Joko Widodo dan JK akan menuntaskan janji-janjinya. (***)
T#gs Jokowi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments