Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

KPK Berburu Anggoro

Minggu, 02 Februari 2014 11:49 WIB
TERTANGKAPNYA Anggoro Widjoyo dari  daerah Shenzen China oleh KPK patut kita apresiasi. Upaya yang dilakukan KPK ini diharapkan menjadi sinyal bagi koruptor bahwa dunia ini adalah sempit. Siapa pun yang akan melakukan tindakan korupsi kalau melarikan diri pada akhirnya akan bisa diburu dengan mengefektifkan perangkat teknologi informasi dan perangkat diplomatik.

Tertangkapnya Anggoro dari China menjadi sebuah pesan khusus bagi koruptor untuk berpikir lagi melarikan diri. Apa yang dilakukan oleh KPK menjadi pembelajaran yang sangat mahal bagi aparat penegak hukum lainnya. Kalau punya kemauan dan komitmen yang tinggi dalam berburu koruptor maka hasilnya akan maksimal.

Terlepas apa metode yang digunakan oleh KPK setidaknya metode yang berbuah hasil ini tentu lahir dari niat yang tulus dalam menegakkan hukum. Sehebat apapun metode yang digunakan tanpa dukungan integritas aparatnya maka metode itu akan gagal. Selama ini aparat hukum berlindung dibawah alasan bahwa kita tidak punya perjanjian ekstradisi dengan negara pelarian koruptor. Alasan ini tentu sangat klise. Padahal kalau aparat penegak hukumnya serius apapun bisa ditempuh bagaimana supaya semua koruptor yang menggerus uang negara bisa didatangkan dan dihukum sesuai dengan kadar perbuatannya.

Apa yang dilakukan oleh KPK makin menguatkan kepercayaan masyarakat pada KPK ditengah berbagai upaya politik yang dilakukan untuk melemahkan KPK. KPK telah mampu membuat masyarakat yakin bahwa misi pemberantasan korupsi masih terus jalan.

KPK telah melakukan berbagai terobosan yang sangat bagus yang memberikan harapan kepada kita betapa pemberantasan korupsi itu dilakukan dengan serius. Memang Pekerjaan Rumah (PR) KPK masih banyak. Berbagai kasus korupsi lainnya masih menunggu gebrakan KPK. Anas Urbaningrum yang dulu tidak bisa dibayangkan oleh masyarakat bahwa Anas akan diperiksa kini telah membuat Anas menggunakan rompi tahanan KPK.

Satu lagi tugas KPK yang saat ini ditunggu oleh masyarakat kita, berburu Eddy Tansil dalam kasus korupsi Rp1,3 Triliun BPPUI. Kita harapkan KPK terus  mengefektifkan jaringannya untuk terus berburu Eddy Tansil yang sudah 20 tahun lebih di luar negeri. Mari mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KPK sebagai upaya membersihkan negeri ini dari cengkraman koruptor.

Korupsi adalah penyakit bangsa yang sangat kronis dan akut yang penanganannya membutuhkan penegakan hukum yang tegas. Salah satunya sudah dilakukan oleh KPK dengan tidak lelah berburu koruptor ke luar negeri. Selamat untuk KPK yang terus berburu koruptor untuk dihukum demi kemajuan negara ini.  (#)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments