Sabtu, 08 Agu 2020

TAJUK RENCANA

Jamaah Haji dan Hikmahnya

redaksisib Kamis, 04 Juni 2020 11:03 WIB
haluan riau

Ilustrasi

Akhirnya pemerintah memutuskan tahun ini tidak memberangkatkan calon jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi. Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan, keputusan ini diambil dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena pemerintah Saudi belum membuka akses bagi negara mana pun terkait pandemi Covid-19. Sehingga tak cukup waktu bagi pemerintah Indonesia melakukan persiapan, terutama terkait pelayanan dan perlindungan jamaah.

Keputusan ini tentu membuat banyak pihak kecewa, khususnya 221.000 calon jamaah haji Indonesia yang telah lama menunggu untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima ini. Bayangkan, untuk pergi haji, para calon jamaah sudah mengantre belasan atau bahkan puluhan tahun lamanya. Pastinya Ibadah ini sangat dinanti-nantikan semua umat Islam di dunia.

Siapa yang bisa menyangka bila pandemi Covid-19 merebak dan memupuskan harapan para calon jamaah haji tahun 2020/1441 H, karena di awal tahun ini calon jamaah haji sudah melakukan manasik haji dan persiapan lainnya. Bahkan sebagian besar sudah melunasi Biaya Pemberangkatan Ibadah Haji (BPIH).

Tercatat dalam sejarah, haji dibatalkan atau haji dengan jumlah jamaah sangat rendah sebanyak 40 kali. Mungkin, pembatalan haji yang paling masyhur terjadi pada abad ke-10 M atau ke-3 H, setelah sekte Qaramithah mengambil alih Masjidil Haram. Sekte Qaramithah berbasis di Arab timur dan mendirikan negara mereka sendiri di bawah Abu Taher al-Janabi. Sistem kepercayaan mereka didasarkan pada Islam Syiah Ismailiyah yang bercampur dengan unsur-unsur gnostik.

Mereka menganggap ibadah haji adalah ritual pagan. Karenanya, mereka - di bawah komando Abu Taher - melancarkan serangan ganas ke Makkah selama musim haji pada 930. Dalam serangan itu, mereka membunuh 30.000 jamaah dan membuang jasad mereka ke sumur zamzam.

Mereka kemudian mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke basis kekuasaan mereka, Hajar (Bahrain).

Selama 10 tahun setelah kejadian itu ibadah haji dibatalkan. Sebelumnya, pada 865 M, Ismail bin Yusuf yang dikenal dengan al-Safak memimpin pemberontakan melawan Dinasti Abbasiyah. Pada saat itu, al-Safak membantai jamaah haji yang tengah berkumpul di Gunung Arafah. Kejadian ini memaksa pembatalan haji.

Pada 1000 M, pembatalan haji disebabkan karena alasan yang sederhana, yaitu meningkatnya biaya perjalanan haji. Pada 1831 M, wabah dari India membunuh hampir tiga perempat dari total jamaah haji.

Kemudian antara 1837-1892, infeksi menyebabkan ratusan jamaah meninggal setiap harinya. Dalam sejarahnya, infeksi kerap kali menyebar selama musim haji. Sebelum zaman modern, hal ini jauh lebih menjadi masalah dari pada hari ini. Karena, ribuan jamaah berkumpul bersama dengah jarak yang begitu dekat, sementara perawatanâ€"untuk penyakit yang terkadang mematikanâ€"tidak memadai.

Melihat sejarahnya, pembatalan haji tahun ini berselang 128 tahun dari kejadian sebelumnya. Artinya, kondisi sekarang jauh lebih modern dengan alat komunikasi dan alat kesehatan canggih, sehingga lebih cepat mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk keselamatan para calon jamaah haji. Bila pandemi seperti Covid ini terjadi pada zaman dahulu, bisa dipastikan akan memakan sangat banyak korban jiwa.

Untuk itu kita harus mengambil hikmah dari semua kejadian ini dengan tetap bersyukur atas apa yang diberikan Allah Swt. Bersyukur tentu dengan berpikir positif bahwa jiwanya sudah terlindungi dari bahaya virus, kemudian ke depannya melakukan persiapan fisik dan mental lebih matang agar pelaksanaan ibadah haji tahun depan lebih lancar dan khusuk. Bagi penyelenggara haji, ada waktu lebih lama untuk melakukan persiapan dan perbaikan yang dirasa perlu.

Kita semua berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga tahun depan calon jamaah haji Indonesia bisa diberangkatkan. Memang beberapa negara, antaranya Singapura, sudah memutuskan sampai tahun 2021 tidak memberangkatkan calon jamaah haji. Beda dengan Indonesia yang tetap optimis. Dengan jumlah calon jamaah haji terbanyak di dunia, mudah-mudahan doa masyarakat Indonesia dikabulkan Allah Swt. (***)
T#gs Jamaah Hajitajuk rencana
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments