Rabu, 21 Agu 2019

Jalan Tol Tebingtinggi-Siantar

admin Senin, 10 Juni 2019 10:21 WIB
Jalan tol Medan-Tebingtinggi sangat membantu warga yang sedang mudik. Banyak warga yang memanfaatkannya, meski sebenarnya jalur biasa atau jalan arteri masih lancar. Sebab waktu tempuh yang biasanya saat liburan bisa 3-5 jam, kini sudah terpangkas menjadi 45 menit-1 jam.

Sayangnya, pada H-2 hingga kemarin, kemacetan horor kembali terulang. Jika dulu lokasinya di sekitar Seirampah dan Perbaungan, kini pindah ke Tebingtinggi. Dari Simpang Beo hingga pintu tol Tebingtinggi, waktu tempuhnya bisa 2-4 jam.

Polisi sebenarnya sudah berupaya mengurai kemacetan. Dengan menggunakan pengeras suara, pemudik diimbau agar menggunakan jalur alternatif via Dolokmasihul-Galang-Pakam. Namun kenyamanan jalan tol lebih menarik, sehingga lebih banyak pengendara bersedia menempuh kemacetan.

Kemacetan horor ini menjadi alasan tak terbantahkan betapa jalan tol Tebingtinggi-Siantar sangat mendesak untuk dibangun. Rencana pemerintah Jokowi membangunnya patut diapresiasi. Survei telah dilakukan dan saat ini masih dalam proses pembebasan lahan.

Sebagian besar lahan memang dikuasai BUMN, sehingga proses pembebasannya tidak akan sulit. Namun tak sedikit juga yang milik warga sehingga membutuhkan proses negosiasi. Alot atau tidaknya, itu tergantung sikap kooperatif masyarakat.

Sudah bukan rahasia lagi, proses pembebasan lahan untuk kepentingan umum selalu alot dan rumit. Sebab ada saja spekulan yang bermain untuk meraup keuntungan. Kasus jalan tol Binjai-Tanjungmulia menjadi bukti adanya orang yang menggunakan kesempatan tersebut untuk meraup uang sebanyak mungkin.

Dari pengalaman macet horor yang masih terjadi di Tebingtinggi harusnya menyadarkan semua pihak tentang pentingnya jalan tol. Jadi tak ada alasan memersulit proses pembebasan lahan agar pembangunannya bisa segera dimulai. Sebab tahapan konstruksi atau pekerjaan pembangunnnya sebenarnya tidak terlalu lama, dan Tebingtinggi-Siantar bisa digenjot selesai dalam 1-2 tahun.
Diharapkan warga membantu proses pembebasan lahan dengan bersikap kooperatif. Pemerintah sebaiknya mempercepat proses konstruksi. Jadi paling tidak pada Lebaran tahun depan tak ada lagi kemacetan horor.

Jika tidak maka harus ada skenario lain untuk mengurai kemacetan. Jalur alternatif sebaiknya dibenahi sehingga menjadi pertimbangan pemudik melaluinya. Namun biayanya pasti besar, sehingga opsi mempercepat pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Siantar masih lebih layak dipertimbangkan.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments