Minggu, 22 Sep 2019

Jaga Sumut Kondusif

admin Kamis, 07 Februari 2019 10:18 WIB
Pekan lalu, Kota Medan sempat tegang karena ada anggota organisasi kepemudaan (OKP) yang tewas. Berawal dari seorang pemuda yang meninggal setelah dikeroyok. Korban bersama rekannya usai mengikuti pelantikan di kawasan Jalan Krakatau. Dengan cepat menyulut aksi solidaritas, dengan merusak beberapa tempat yang dianggap terkait dengan kelompok yang satu organisasi dengan pelaku pembunuhan.

Isu beredar dengan cepat, ditambah dengan beredarnya video-video gerakan massa di media sosial. Mereka sebenarnya sedang dalam perjalanan mengantarkan jenazah rekannya. Akibatnya, kantor-kantor dan toko sempat tutup karena khawatir akan terjadi kerusuhan.

Untung polisi bergerak cepat, mengendalikan situasi. Selain mencegah terjadinya bentrokan, penegakan hukum bagi pelaku juga berjalan. Pelaku pengeroyokan dan pembunuhan berhasil dibekuk. Mereka kini sedang diperiksa secara intensif.

Jika polisi tak sigap, bukan tak mungkin terjadi hal tak diinginkan. Apalagi ini dalam suasana tahun politik, menjelang Pemilu 2019, segala sesuatu bisa dipolitisir. Medan yang majemuk dengan potensi konflik tinggi, bisa dengan mudah tersulut.

Para pimpinan organisasi diharapkan menahan diri. Percayakan semua ke proses hukum. Polisi pasti profesional menjalankan tugasnya. Jika ada gesekan dan bentrokan, sebaiknya dikomunikasikan dengan baik, antar organisasi.

Terlalu mahal konsekuensi yang harus dibayar jika ada kerusuhan. Bukan hanya membuat warga ketakutan saja. Perekonomian bisa lumpuh, dan yang rugi semua warga Medan. Aktivitas kota akan lumpuh, sebab masih ada yang trauma mendengar kelompok pemuda saling bentrok.

Kota Medan mesti dijaga kondusif. Pada masa lalu, aksi main hakim sendiri dan bentrokan massa sering membuat calon investor berpikir ulang menanamkan modal di daerah ini. Sebagai kota jasa, industri dan perdagangan, kota ini haruslah aman serta nyaman bagi investor.

Kita mengapresiasi polisi yang dengan sigap mengendalikan situasi. Potensi konflik sebaiknya diminimalisir menjelang Pemilu. Sebaiknya dibatasi pengerahan massa yang tak terkait dengan agenda Pileg dan Pilpres. Para pimpinan pemuda diajak duduk bersama agar potensi konflik bisa dilokalisir.

Para pemuda Kota Medan sebenarnya sudah cukup dewasa dalam menghadapi perbedaan pendapat. Belakangan sudah jarang terdengar terjadinya bentrokan. Suasana kondusif ini sebaiknya dijaga terus, demi kebaikan bersama dan kemajuan Kota Medan.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments