Rabu, 23 Okt 2019

Jaga Keutuhan Bangsa

admin Senin, 30 September 2019 11:56 WIB
Gelombang unjuk rasa yang melanda beberapa kota di Indonesia berdampak terhadap keutuhan bangsa. Sebab ada desakan delegitimasi pemerintahan yang sedang berkuasa. Padahal penguasa sekarang memiliki legalitas yang sah sebagai hasil pemilu.

Apalagi Presiden Jokowi merupakan pemenang untuk periode keduanya. Artinya, pendukungnya merupakan mayoritas sesuai hasil perhitungan suara. Jika desakan mundur dipaksakan, maka dikhawatirkan akan memicu pro kontra.

Dua kekuatan besar akan berhadapan dan bisa menjalar ke mana-mana. Apabila itu terjadi, tidak hanya gedung DPR RI atau DPRD yang menjadi sasaran unjuk rasa. Seluruh negeri ini akan terkena dampaknya.

Perekonomian bisa lumpuh akibat warga takut keluar rumah. Investor bisa hengkang ke negara yang lebih kondusif. Kekacauan bisa meletup di mana-mana, dan pasti akan menelan korban dari yang terlemah.

Itu sebabnya, tak ada gunanya berunjuk rasa berkepanjangan. Apalagi bila soalnya adalah UU yang dibahas dan disahkan parlemen. Ada sarana untuk mengujinya di Mahkamah Konstitusi (MK), silakan gugat ke sana.

Kita harus percaya kredibilitas MK dalam mengambil keputusan yang bijak. Sebab profesionalitas mereka sudah tampak jelas ketika memutuskan sengketa pemilu. Butir gugatan dikupas satu per satu, dan diputuskan sesuai konstitusi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga telah merespons aspirasi yang berkembang. Misalnya, RUU KUHP yang dinilai kontroversi telah dibatalkan pembahasannya. Sementara UU KPK yang sudah disahkan, bisa digugat ke MK atau diterbitkan Perppu KPK.

Berbagai opsi masih terbuka dan semua pihak mesti menahan diri. Mari dorong mekanisme politik secara formal menyelesaikannya. Upaya extraparliamentary justru kontraproduktif. Selain berisiko, juga akan menjadi preseden di masa depan.

Mari sama-sama menjaga keutuhan bangsa. Sejarah memberi pelajaran, tak ada kekerasan yang bisa memberi solusi. Malah yang ada menambah luka sejarah dan dendam yang berkepanjangan. Perjuangkan aspirasi politik secara damai. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments