Sabtu, 15 Agu 2020

Investasi Bodong

Kamis, 13 Maret 2014 12:27 WIB
Kita tercengang mengapa penipuan dalam ratusan juta rupiah bisa dilakukan atas nama investasi oleh salah satu karyawan Bank Sumut terhadap mertua Wagubsu. Bahkan oleh pihak pengacara mertua Wagubsu jawaban Bank Sumut mengenai kelakuan karyawannya sangat lemah dan menghindari   masalah, bahkan menimpakan tanggung jawab pada si karyawan semata. Oleh para analis ekonomi dan hukum penipuan ini katanya melibatkan orang dalam Bank Sumut.

Masalahnya, mengapa karyawan Bank Sumut berani melakukan kelakuan seperti ini dengan cara menipu nasabah atas dasar investasi bodong yang "juntrungnya"  tidak jelas? Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari masalah ini?. Tidak jarang masyarakat mendapat  SMS  yang menyatakan mendapat hadiah mobil dari suatu instansi.

 Bahkan dengan berani mengatakan supaya uang panjar di kirim ke nomor rekening tertentu. Inilah. Apa upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah melindungi masyarakat dari berbagai kedok penipuan yang makin canggih?

Tidak terhitung lagi jumlah masyarakat yang tertipu karena investasi bodong. Ada saja masyarakat kita yang terbius dengan keuntungan yang ditawarkan oleh para perusahaan penawar yang mengatsnamakan investasi. Bagaimana pemerintah, aparat penegak hukum, dan juga masyarakat dalam menyikapi ini agar hal yang sama jangan terjadi? Penegakan hukum memang sangatlah penting.

Dengan adanya penegakan hukum dengan cara menggulung siapa saja yang mencoba melakukan penipuan maka si penipu akan berpikir dua kali. Ini tidak, sekalipun si penipu sudah mengatakan supaya uangnya ditransfer ke salah satu dengan nomor rekening seperti ini, ternyata pihak bank dan aparat kepolisian yang menangani tidak bertindak cepat.

Masalahnya, mengapa si penipu berani mengatakan supaya uangnya ditransfer ke bank  tertentu atas nama X, Y, dan Z misalnya. Seharusnya aparat peengak hukum dan pihak. Perbankan menelusuri keberdaan rekening ini. Jika benar maka bisa membuka sindikat ini mengapa kerja mereka begitu lancar.

Banyak sudah korbannya masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Membiarkan praktik ini terus terjadi akan makin meresahkan masyarakat. Begitu juga dengan berbagai tawaran investasi yang dipasarkan kepada masyarakat. Hendaknya masyarakat bijak dalam menyikapinya. Secara khusus apa yang terjadi dengan karyawan Bank Sumut pihak aparat hukum dan internal Bank Sumut perlu melakukan tindakan dengan mengusut siapa di balik kasus itu , apa motivasinya agar citra Bank Sumut jangan sampai rusak hanya karena ulah segelintir orang saja.

Bank Sumut sebagai milik masyarakat Sumut harus disterilkan dari segala bentuk tawaran investasi bodong, sekalipun itu bukan kebijakan kelembagaan, tetapi kebijakan personal yang ingin meraih keuntungan dengan mengatasnmakan Bank Sumut. Bank Sumut harus membuka kasus ini ke publik bahwa itu merupakan ulah oknum yang mengatasnamakan bank dan bukan kebijakan bank.

 Dan kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati atas tawaran investasi yang ditawarkan dengan alasan keuntungan instan dan cepat. Mari menjadi masyarakat yang cerdas secara ekonomi dan mampu memilih tindakan yang tepat, dan sesuai dengan aturan main dalam investasi agar masyarakat tidak tertipu dengan investasi bodong. (#) 

Simak juga berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 13 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments