Senin, 17 Feb 2020

TAJUK RENCANA

Film Asia Telah Sejajar Hollywood

Redaksisib Rabu, 12 Februari 2020 11:22 WIB
pontas.id

Ilustrasi

Beberapa pekan terakhir, mata dunia tertuju ke Asia karena munculnya virus mematikan Corona. Cina yang menjadi negara asal masih berjuang mencari vaksin dan mencegah meluasnya korban. Hampir semua negara Asia terkena dampaknya, dengan ditemukannya orang yang terkena virus tersebut di luar Cina.

Kabar kurang mengenakkan tersebut masih berlangsung hingga hari ini. Apalagi Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan darurat global. Di tengah keprihatinan tersebut, ada kabar baik dari ajang Oscar tahun ini dengan menangnya film asal Asia.

Film asal Korea Selatan (Korsel) berjudul Parasite menorehkan prestasi besar dalam ajang Oscar tahun 2020 ini. Film itu menjadi film nonbahasa Inggris pertama yang memenangi Best Picture atau Film Terbaik dalam 92 tahun sejarah Academy Awards. Film ini juga menyabet penghargaan bergengsi lainnya, yakni Sutradara Terbaik, Film Berbahasa Asing Terbaik, dan Skenario Asli Terbaik.

Dengan empat penghargaan tertinggi Hollywood itu, Parasite membuktikan bahwa Korsel kini bisa menjadi alternatif baru bagi industri perfilman dunia. Sebelumnya, Negeri ginseng itu juga terkenal berkat budaya K-POP -nya yang mendunia. Hingga kini drama Korea (drakor) masih digandrungi, termasuk di Indonesia.

Film yang disutradara Boon Joon-ho itu berhasil mengalahkan film lainnya seperti 1917, Joker, Little Women, Marriage Story, Ford v Ferrari, The Irishman, dan Jojo Rabbit. Kemenangan Parasite merupakan sejarah baru bagi dunia film internasional. Sebab ada perubahan revolusioner dari Academy Awards. Mereka telah mematahkan hegemoni Eropa dan Amerika, dan lebih terbuka maka siapa saja dapat memenangi penghargaan tersebut.

Kemenangan makin lengkap sebab disambut meriah penonton yang memberikan tepuk tangan sambil berdiri. Ini pengakuan terbuka terhadap negara Asia. Hollywood tak lagi satu-satunya penghasil film berkualitas. Film Asia telah sejajar dengan karya Hollywood!
Perjuangan Korsel muncul ke panggung hiburan dunia tidak dalam satu malam. Mereka sudah merintisnya sejak lama. Pemerintah setempat memberi dukungan serius, dengan memfasilitasi para sineas berbakat untuk berkreasi.

Pelan-pelan Korsel "menyihir" dunia dan membuatnya "demam" dengan "Korean Wave". Film bagi mereka bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana promosi bagi negara ginseng tersebut, mulai dari pariwisata, makanan, dan produk elektronik.

Kata kunci keberhasilan Korsel adalah semangat pantang menyerah dan kerja kerasnya. Nilai ini bisa tampak dari tema drama dan film mereka. Hasil ternyata tak mengkhianati proses, dengan diboyongnya Oscar ke Korsel.

Sebagai sesama negara Asia, Indonesia tak perlu malu mengikuti jejak Korsel. Bekraf sebenarnya sudah merintis kerja sama dalam bidang perfilman. Saatnya karya sineas Indonesia masuk bersaing di ajang Oscar.

Mentalitas pemalas dan kebanyak beretorika mesti ditinggalkan jika ingin film Indonesia maju. Pemerintah diharapkan memberi dukungan penuh, bukan hanya bermakna anggaran. Buka pusat pendidikan dan pelatihan film hingga ke daerah! (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments