Jumat, 13 Des 2019

Figur Baru di Pilkada Medan

admin Senin, 05 Agustus 2019 11:59 WIB
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin membuka jalan bagi munculnya figur baru di Pilkada Serentak 2020. Sebenarnya Eldin masih bisa memimpin satu periode lagi, namun dia memutuskan tidak akan ikut dalam kontestasi memilih pemimpin Medan. Padahal sebagai petahana, peluangnya masih cukup besar untuk menang.

Eldin menyatakan akan mendorong generasi muda untuk maju sebagai pemimpin Kota Medan berikutnya. Dia harap orang-orang muda bisa melakukan perubahan fundamental. Memang kali ini ada banyak nama-nama baru dan masih muda muncul sebagai kandidat.

Berdasarkan survei LKK Fisip UISU yang dilakukan pada 17-24 Juni 2019, elektabilitas Dzulmi Eldin di posisi teratas dengan persentase 14,3%, disusul Ihwan Ritonga 7%, Bobby Nasution 5,4% dan Akhyar Nasution 3,8 %. Selanjutnya ada Salman Alfarizi 2%, Kahiyang Ayu 1,5%, Dedi Iskandar Batubara 1,4%, dan Maruli Siahaan 1%. Lalu Abyadi Siregar 0,8%, Edy Ikhsan 0,6%, Datuk Saiful Azhar 0,6%, serta lainnya 5,8 %.

Dari sini tampak jelas, elektabilitas Eldin masih lebih unggul dari yang lain. Meski masih berubah, mengingat Pilkada baru tahun depan berlangsung. Memang tahapannya sudah akan segera dimulai pada September ini.

Tentu ada alasan pribadi mengapa Eldin tak maju lagi. Mungkin saja dia nanti berubah pikiran. Berbagai hal masih bisa terjadi, sebab tak tertutup kemungkinan, putusan tak maju ini sebagai 'test water' untuk mengetahui seberapa besar dukungan publik.

PDIP misalnya, yang merupakan pemenang Pemilu nasional, telah menyatakan membuka diri berkoalisi dengan siapa saja dalam Pilkada. Walau tetap menegaskan syaratnya harus tetap komit terhadap Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. Koalisi saat Pilpres tidak akan menjadi patron dalam menentukan pola koalisi Pilkada.

Dengan tak majunya Eldin, maka terbukalah munculnya figur baru. Partai-partai diharapkan tidak gegabah dalam menentukan jagoannya. Sebaiknya istilah mahar ditiadakan, dan memberi kesempatan bagi bakal calon menyampaikan visi misi serta programnya.

Harus diakui ada beberapa pekerjaan rumah bagi walikota Medan mendatang. Antara lain, banjir masih terus mengancam, macet, sampah dan kesenjangan. Pemko Medan sebenarnya sudah berupaya, walau hasilnya masih kurang menggembirakan.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments