Selasa, 20 Agu 2019

Etika Siswa Perlu Perhatian

admin Selasa, 12 Februari 2019 11:21 WIB
Beberapa bulan terakhir ada kabar tak sedap dari dunia pendidikan. Siswa yang seharusnya santun dan beretika, menunjukkan perilaku yang memprihatinkan. Terbaru tentang anak murid yang merokok di kelas, meski ada gurunya. Walau mungkin hanya kasuistis, tetap harus menjadi bahan evaluasi betapa etika siswa perlu menjadi perhatian.

Harus diakui, ada perbedaan siswa zaman dulu dan sekarang. Guru dulu begitu dihormati, bukan hanya oleh siswanya saja. Jangan saat bertemu, mendengar suara guru saja sudah membuat segan. Begitu melihat dari jauh ada gurunya, maka siswanya akan berupaya menghindar.

Pada zaman itu, guru identik dengan kesederhanaan. Gajinya sangat kecil dan sering dipotong, tetapi semangatnya mengajar tak kendor. Mereka tetap semangat dalam keterbatasan. Sebab menjadi guru adalah pengabdian, dan bukan mencari kaya.

Sering perkembangan zaman, tampaknya rasa hormat terhadap guru makin tergerus. Sering terlihat siswa cuek saat gurunya melintas. Interaksi guru dan siswa makin terbatas di dalam kelas saja. Akibatnya, hubungan emosional makin menurun.

Ada beberapa penyebab makin turunnya etika siswa. Pertama, sudah banyak guru menghindar untuk mendisiplinkan siswa. Sebab sudah sering terjadi karena memberi hukuman, orangtua datang marah-marah ke sekolah.

Memang benar, kekerasan tak boleh lagi ada di sekolah. Tetapi hukuman atau pendisiplinan tak identik dengan kekerasan. Ada cara persuasif dan elegan, tetapi tujuan mendisiplinkan tetap tercapai. Siswa menyadari kesalahannya dan berjanji berubah.

Jika orangtua koperatif dan mendukung tindakan pendisiplinan guru terhadap siswa, maka hasilnya positif. Namun jika reaktif maka guru bisa jera, apalagi sampai diadukan atau dimasukkan ke koran. Harus diakui ada sumbangsih orangtua terhadap menurunnya sopan santun anaknya.

Kedua, siswa terkena pengaruh negatif lingkungan. Bisa karena televisi, film, atau teladan yang buruk di keluarga. Bahkan sudah ada yang terkena narkoba. Sikap tak sopan tersebut terbawa-bawa ke lingkungan sekolah.

Kondisi ini mesti menjadi perhatian bagi semua pihak, mulai dari orangtua, siswa, dan guru. Etika tak boleh dianggap sepele jika ingin menghasilkan generasi yang unggul. Pintar saja tak memadai, sebab dunia kerja memerlukan sikap yang baik, terutama saat berinteraksi dengan orang lain. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments