Jumat, 25 Sep 2020

Dunia Harus Hentikan Kekerasan

Rabu, 14 Mei 2014 15:08 WIB
Berbagai kekerasan di belahan dunia karena latar belakang yang berbeda harus dihentikan. Aksi  genosida (pembantaian etnis) di Sudan Selatan oleh suku Nuer, aksi penculikan anak 300 orang lebih oleh Boko Haram di Nigeria, militan Pro Rusia di Ukraina, etnis Rohingya di Myanmar dan berbagai aksi lainnya yang mengarah pada kekerasan harus dihentikan. Kekerasan merupakan bentuk intimidasi sistemik, terencana, dan dilakukan secara masive.

 Celakanya, negara kerap kali terlambat dalam mengantisipasi. Saat ini tentara Nigeria dan kepolisian Nigeria dengan dukungan intelijen militer Perancis, Belgia, Tiongkok, dan USA sedang melacak keberadaan anak-anak Nigeria yang diculik oleh Boko Haram. Tidak ada toleransi kepada kekerasan, khususnya lagi kepada anak-anak yang sering jadi korban kekerasan.  

PBB sebagai lembaga internasional yang banyak mengurusi berbagai persoalan kemanusiaan dengan organ-organnya harus mampu memberikan tekanan kepada negara yang bersangkutan agar menghentikan segala bentuk praktik kekerasan. Kekerasan yang terjadi sering berlatar belakang politik. Karena kecewa dengan pemerintahan, atau karena tidak terakomodir kepentingannya maka kekerasan merupakan jalan yang ditempuh.

Mengapa dunia yang sedang berkembang menuju abad teknologi masih sering diperhadapkan pada aksi kekerasan yang seharusnya sudah ditinggalkan? Sulit menjawab pertanyaan ini. Tetapi secara umum, sebagai  gambaran latar belakang kekerasan selalu bermotif politik. Para pemberontak misalnya kecewa pada pemerintahan yang berkuasa, tidak diakomodir kepentingannya. Akibatnya mereka menempuh segala cara.

Seharusnya dunia internasional bersatu untuk mempersempit ruang pada kekerasan, mengingat siapa saja yang disakiti secara sadis semua negara wajib saling membahu untuk melindungi warga sipil yang tidak tahu apa-apa. Kalau kita lihat aksi Boko Haram di Nigeria misalnya dengan menjadikan anak-anak yang tidak berdosa sebagai tawanan agar apa yang mereka minta diakomodir oleh pemerintah sungguh suatu sikap yang tidak bisa ditolerir. Segala upaya harus dilakukan oleh pemerintah Nigeria dan dukungan dunia internasional untuk membebaskan anak yang tidak berdosa.

Berbagai rentetan kekerasan yang sering kita lihat harus jadi pelajaran berharga bagi bangsa ini. Aksi yang sama jangan sampai terjadi di negara kita ini. Indonesia yang baru saja selesai melaksanakan Pemilu 2014 kita harapkan terus menjaga ketertiban dan kenyamanan. Bahkan Indonesia harus mengambil peran aktif dalam diplomasi untuk menolak segala bentuk kekerasan yang sedang melanda berbagai negara Afrika dan Timur Tengah. Kita perlu mendeklarasikan diri sebagai bangsa yang sangat anti dengan segala bentuk kekerasan. Terlebih ideologi negara kita adalah Pancasila yang menempatkan hak asasi manusia sesuatu yang harus ditegakkan.

Semoga PBB dan berbagai organisasi negara-negara internasional lainnya mampu menekan negara-negara yang sedang dilanda berbagai aksi kekerasan, pembunuhan massal untuk memberikan perlindungan maksimal bagi semua warga negara. Kekerasan adalah kemunduran peradaban dan tidak bisa mendapat tempat dalam budaya masyarakat. Saatnya dunia ini dibangun atas dasar sikap yang saling menghargai, mendukung, dan menempatkan nilai persaudaraan dalam segala hal. Motif kekerasan berlatar belakang politik sudah saatnya dihentikan karena tidak sesuai dengan peradaban manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan juga kebebasan. (#) 

T#gs Dunia
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments