Kamis, 09 Apr 2020

Dukung Pemberantasan Mafia BUMN

Tajuk
Senin, 03 Februari 2020 12:43 WIB
tribunnews.com

Ilustrasi

Mafia bukan hal baru dan sudah lama bercokol di Indonesia. Mereka memanfaatkan celah yang ada dan biasanya melibatkan orang "dalam". Ada mafia proyek, mafia pajak, mafia pangan, Migas, dan mafia pupuk. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki anggaran hingga triliunan rupiah biasanya menjadi incaran.

Presiden Jokowi sudah lama gemas melihat sepak terjang mafia yang menggerogoti sendi-sendi negara. Menteri BUMN Erick Thohir diinstruksikan menyikat proyek-proyek BUMN yang diduga merupakan objek oknum atau mafia. Mantan bos Mayapada ini menegaskan tidak akan menoleransi proyek-proyek bermasalah.

Erick menginginkan BUMN fokus ke bisnis inti. Secara terbuka diungkapkan ke publik adanya anak usaha, bahkan cucu BUMN. Bahkan ada pula perusahaan Migas, yang memiliki bisnis hotel dan rumah sakit.

Selain modus mendirikan usaha baru yang tak terkait dengan bisnis intinya, ada juga BUMN yang menciptakan proyek-proyek yang tak jelas manfaatnya. Tujuannya hanya menghasilkan uang untuk mengisi pundi-pundi oknum direksi. Aksi ini biasanya sudah diskenariokan mafia tertentu dari mulai tahap perencanaan hingga pelaksanaannya.

Kita mengapresiasi rencana Erick Thohir membersihkan BUMN dari mafia. Ini bukan tanpa risiko, sebab biasanya mafia akan menggunakan kekerasan jika tak bisa diajak kompromi. Itu sebabnya, negara dengan kekuatannya harus mengawal "pembersihan" ini.

Sebanyak 142 perusahaan pelat merah harus dapat memberikan keuntungan bagi negara. Jika memang merugikan, maka manajemennya harus diberhentikan tanpa ragu. Apabila dalam evaluasi bisnis tersebut tak profit, sebaiknya BUMN itu dibubarkan saja.

Sebagai pebisnis, Erick pasti bisa membedakan mana perusahaan yang dijalankan dengan cara yang benar dan mana yang salah. Mafia akan kesulitan bergerak dengan cara kerja menteri seperti Erick. Apalagi tanpa ragu dia menempatkan orang-orang yang kompeten dan tegas seperti Ahok di jajaran direksi dan komisaris.

Bukan mafia namanya jika pasrah dengan perubahan. Pasti ada serangan balik yang mesti diwaspadai. Mereka bahkan bisa mendorong tekanan politik agar langkah Erick terhenti.

Partai pendukung pemerintah mesti komit mendukung langkah Jokowi dan Erick memberantas mafia BUMN. Sebab negara yang akan diuntungkan apabila bisnis perusahaan pelat merah berjalan di jalurnya. Tugas ini tidaklah mudah, mari kawal dan dukung terciptanya BUMN yang sehat dan profit. (**)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments