Senin, 20 Mei 2019

Demi Menyelamatkan Banyak Orang

admin Minggu, 21 April 2019 12:36 WIB
Hari ini seluruh umat Kristen di dunia, baik Katolik maupun Protestan merayakan hari kemenangan, yakni kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Setelah tersalib dan mencurahkan darahNya di kayu salib, Dia menyerahkan nyawaNya. Tuhan Yesus mengorbankan diriNya, agar banyak orang bisa selamat dari maut.

Manusia menjadi terhukum setelah jatuh ke dalam dosa. Hukumannya adalah kematian selama-lamanya. Perbuatan baik atau amal sekalipun tak bisa menyelamatkan manusia. Damai sejahtera telah lenyap, yang ada hanya kegelisahan, ketakutan dan kebingungan.

Saat banyak manusia hidup dalam dosa tanpa ada kepastian, Dalam iman Kristen, Tuhan yang berinisiatif menyelamatkan. Dia Tuhan, tetapi rela menjadi manusia, lalu dengan sengaja berkorban. Tuhan Yesus dihukum menggantikan manusia. Melalui pengorbananNya, manusia berdosa menjadi selamat, hanya dengan percaya kepada Tuhan Yesus.

Lewat pengorbananNya, Tuhan Yesus memberi teladan tentang berharganya manusia bagiNya. PrioritasNya adalah menyelamatkan manusia berdoa. Demi banyak orang, nyawa pun tak disayangkan, asal mereka selamat dan sejahtera.

Teladan Tuhan Yesus ini kemudian yang menjadi inspirasi bagi orang-orang yang rela memberikan waktu, tenaga, harta, bahkan berkorban perasaan demi menolong orang lain. Saat ini tak sedikit umat manusia yang tersesat karena kemiskinan, stres, Narkoba dan berbagai masalah lainnya. Mereka butuh seseorang atau sekelompok orang yang peduli dan mau memberi pertolongan.

Di sekitar kita pasti ada yang mengalami permasalahan, yang mungkin masih bisa ditolong. Namun, banyak orang beranggapan itu tugas negara. Padahal kita sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk memberikan solusi bagi sesama yang bermasalah.

Kadang tak perlu pengorbanan besar untuk menyelamatkan seseorang dari keterpurukan. Perhatian kecil atau empati yang tulus jauh lebih menyentuh dari pemberian materi semata. Indonesia yang masih banyak warganya belum sejahtera memerlukan orang-orang yang peduli dengan sesama.

Orang-orang yang memikirkan kepentingan yang lebih luas dan tak berpusat pada dirinya sendiri, mereka menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas dirinya. Tak menunggu yang lain, melainkan berkontribusi sesuai potensi yang dimilikinya untuk kemaslahatan banyak orang.

Tuhan tak meminta nyawamu untuk menyelamatkan orang lain. Dia telah melakukan itu di kayu salib bagi manusia. Giliran kita memberikan semua potensi yang ada untuk berbuat terbaik bagi diri sendiri, orang lain, maupun bangsa dan negara. Selamat Paskah!(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments