Kamis, 12 Des 2019

Debat yang Bersahabat

admin Sabtu, 19 Januari 2019 14:23 WIB

Kamis malam, jutaan mata memelototi panggung yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dua pasang calon presiden (Capres) 2019-2024 untuk pertama adu kemampuan melalui seni debat. Ada yang melihat langsung dan mayoritas memantau di televisi, internet, serta akun media sosial masing-masing. Kekhawatiran akan terjadi bentrokan antar pendukung pasangan Capres, ternyata tidak terbukti.

Meski di panggung debat agak hangat, ketika acara usai suasana tetap aman dan tertib. Padahal polisi sudah bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Debat kemarin masih babak pertama, dari lima babak yang direncanakan.

Jadi masih ada empat kali lagi debat serupa akan digelar. Setiap debat membahas isu yang berbeda. Visi misi dan program kandidat diadu di depan publik Indonesia. Seperti biasa, perdebatan di luar panggung lebih hangat.

Media sosial masih dibanjiri berbagai analisis dan komentar. Ada yang pro, kontra dan mencoba netral. Sejauh mana sebenarnya efektivitas debat memengaruhi pemilih dalam menentukan jagoannya? Pakar komunikasi menyebutkan debat sebenarnya tak terlalu berpengaruh bagi pendukung loyal.

Apapun yang terjadi takkan menggoyangkan putusan mereka. Jadi sebenarnya yang dibidik melalui debat adalah orang yang belum mengambil keputusan.

Berdasarkan perkiraan, massa mengambang itu ada sekitar 10-20 persen. Selebihnya sudah memiliki jagoan masing-masing. Keterlibatan mereka menonton debat hanya memperkuat atau "mencari" kelemahan pasangan lainnya.

Jadi sangat bijak jika tim kampanye tidak habis-habisan dalam debat ini. Diharapkan segala perbedaan pendapat bisa dikemas dengan santun. Debat harus tetap bersahabat, di panggung dan luar panggung.

Warganet jangan terpancing merusak masa depan hanya karena terlalu semangat membela capres jagoannya dan mengecam kompetitor.

Sebab polisi sudah menyiapkan perangkat untuk menjerat para penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Bagi yang tertangkap akan diproses dan dipidana sesuai jenis kesalahan.

Belajar dari debat putaran pertama, pada tahap selanjutnya diharapkan lebih berkualitas lagi. Sajikan data dan fakta secara argumentatif, serta jangan emosional. Capres adalah pemimpin bangsa, apakah menang atau kalah. Mari beri teladan bagaimana berbeda tetapi bisa bersahabat dan santun. (**)

T#gs Debat yang Bersahabat
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments