Senin, 16 Sep 2019

Cegah Perang Nuklir di Semenanjung Korea

Selasa, 25 April 2017 10:46 WIB
Secara geografis, Indonesia sangat dekat dengan semenanjung Korea yang kini sedang memanas. Apapun dinamika yang mungkin bakal terjadi di sana, pasti berdampak ke tanah air. Saat ini, Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) sudah dalam kondisi siap tempur. Pihak eksternal yang ikut siaga adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang dan Rusia.

Status Korea Utara dan Korea Selatan memang masih dalam situasi perang. Kedua negara belum berdamai secara utuh dan hanya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada tahun 1953 lalu. Jadi, tak menutup kemungkinan perang di antara mereka akan pecah sewaktu-waktu.

Korut merupakan satu-satunya negara komunis di dunia yang masih tertutup. Mereka telah lama berupaya membangun rudal nuklir berjangkauan jauh yang diyakini akan mampu menghantam daratan AS. Beberapa kali ujicoba sudah dilakukan dan aksi itu menggelisahkan dunia internasional, yang tak menginginkan terjadi perang nuklir.

Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Mike Pompeo mengatakan, Korut kini makin dekat untuk menciptakan rudal nuklir jarak jauh (antar benua). Kemampuan itu tercapai setelah beberapa kali ujicoba selalu  diikuti dengan penyempurnaan-penyempurnaan. Namun, para ahli meragukan Korut sudah mampu membuat rudal nuklir jarak jauh.

Dunia masih trauma dengan peristiwa bom atom di Hirosima dan Nagasaki pada perang dunia kedua. Saat itu ratusan ribu warga meninggal dan kedua kota luluh lantak. Meski sudah lama berlalu, luka masih membekas di hati korban dan keturunannya. Itu masih bom atom, bagaimana lagi jika bom nuklir yang menjadi senjata perang di semenanjung Korea.

Kita berharap tak ada tempat bagi perang nuklir dalam konflik apapun di dunia ini. Senjata nuklir mesti dihapuskan di muka bumi ini. PBB harus berperan aktif mencegah terjadinya perang di semenanjung Korea. Semua pihak mesti menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan. Tiongkok misalnya, sebagai sekutu terdekat Korut, harus proaktif mendorong terjadinya perundingan. Jalur diplomasi masih terbuka lebar, jika ada itikad baik dari masing-masing negara.

Korea beberapa dekade terakhir telah mewarnai dunia dengan berbagai kemajuan teknologi yang mereka kembangkan. Produk ponsel dari Korsel misalnya menjadi pemain nomor satu. Musik dan film yang diproduksi digemari hingga di Amerika dan Eropa. Keindahan negara ginseng tersebut telah menjadikannya sebagai destinasi kelas dunia.

Sangat disayangkan semua itu akan luluh lantak akibat perang. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menimbul luka hati dalam beberapa generasi ke depan. Indonesia tak boleh berdiam diri dalam konflik ini, dengan berdalih tak terkait langsung. Sesuai porsinya, harus berperan aktif menciptakan perdamaian dunia dan mencegah perang. (**)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments