Selasa, 18 Jun 2019

Calon Wali Kota yang Bisa Atasi Banjir

admin Rabu, 29 Mei 2019 10:09 WIB
KPU Medan sudah beberapa kali mengajukan rencana anggaran Pilkada 2020. Hingga kini masih ada revisi, dan dipastikan akan segera masuk dalam APBD Perubahan 2019. Sebab sesuai jadwal pemilihan wali kota Medan akan digelar bersamaan dengan Pilkada Serentak pada September 2020 mendatang.

Artinya, sepuluh bulan sebelumnya sudah dimulai tahapan, yakni pada Desember 2019. Oktober hingga November 2019 akan dilakukan persiapan dan perekrutan terhadap penyelenggara yang bersifat adhoc (sementara). Antara lain, KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) dan pengawas Pilkada.

Kandidat yang mau bertarung mulai muncul dalam berbagai percakapan. Sudah ada orang yang menyatakan bakal maju menjadi calon wali kota. Memang dianggap terlalu dini, sebab proses Pemilu 2019 belum berakhir.

Di level lokal, dinamika Pilkada 2020 sudah bergelora. Bukan hanya di Medan, sebut saja Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, telah ada pergerakan bakal kandidat untuk memperkenalkan dirinya. Hiruk pikuk Pemilu yang sedang proses gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak membuat pembahasan Pilkada 2020 berhenti.

Siapapun boleh mencalonkan diri, sepanjang tidak dicabut hak memilih dan dipilih, serta memenuhi syarat yang diatur dalam UU. Dalam konteks Medan, saat ini warga sedang mengeluhkan masalah banjir yang tak kunjung tuntas dalam beberapa periode wali kota. Itu sebabnya muncul suara-suara, kandidat wali kota 2020 adalah yang mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Sebaiknya para kandidat yang hendak bertarung tidak sekadar mengumpulkan dukungan politik. Sebaiknya harus mampu menawarkan konsep mengatasi banjir yang sudah menjadi langganan. Mereka mesti adu gagasan dan program terbaiknya demi Medan bebas banjir.

Bukan berarti bakal calon wali kota tersebut harus ahli soal banjir. Mereka bisa merekrut para pakar dan mendiskusikannya. Program tersebut kemudian yang ditawarkan, secara detail, bukan retorika saja. Biar warga yang menilai mana yang paling realistis bisa diterapkan.

Sudah saatnya warga Medan melepas belenggu politik identitas. Jangan lagi memilih hanya semata-mata berlandaskan satu etnis atau agama. Melainkan orang yang memiliki rekam jejak yang bagus dan memang memiliki program yang bisa menyelesaikan masalah Kota Medan dan masyarakatnya yang majemuk.

Para kandidat yang berminat, tolong tawarkan program yang solutif. Memang masalah Medan bukan hanya banjir, masih ada kemacetan dan kesenjangan. Paling tidak saat ini, banjir menjadi keluhan mayoritas warga Kota Medan. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments