Sabtu, 26 Sep 2020

Bersikap Tenang dan Serius Menghadapi Masalah

Rabu, 09 September 2020 12:16 WIB
Shutterstock/KieferPix

Ilustrasi 

Masyarakat, khususnya warganet, kembali ramai membicarakan kondisi Indonesia terkait kasus pandemi Covid-19. Banyak negara di dunia menolak kedatangan WNI untuk memasuki wilayahnya karena tingginya angka kasus positif di tanah air.
Diberitakan, sedikitnya 59 negara melarang warga Indonesia masuk ke negaranya. Hingga Senin, 7 September 2020, total kasus virus Corona di Indonesia mencapai 196.989 orang. Jumlah pasien sembuh total 140.652 orang, dan 8.130 pasien dilaporkan meninggal.

Beberapa negara yang membatasi kunjungan dari Indonesia ke negaranya antara lain Malaysia, Jepang, Australia, Brunei Darusalam, Hungaria, Arab Saudi, UEA, Afrika Selatan dan lainnya. Sementara bagi Malaysia, larangan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob pada Selasa 1 September lalu dan berlaku mulai Senin, 7 September.

Selain kunjungan warga negara Indonesia, Malaysia juga membatasi kunjungan dari Filipina dan India. Pemerintah setempat menilai kasus positif Corona di tiga negara tersebut meningkat tajam.

Menanggapi ini banyak masyarakat yang heboh dengan menyalahkan pemerintah yang dinilai lamban menangani pandemi Covid-19. Bahkan ada yang mengungkap hal ini akibat pemerintah tidak berani melockdown wilayahnya sehingga negara lainlah yang melockdown diri untuk kedatangan warga Indonesia.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menganggap larangan tersebut adalah hak pemerintah setempat.
Retno mengatakan pemerintah juga menerapkan kebijakan serupa, yaitu membatasi akses masuk secara umum bagi warga negara asing demi mencegah penularan Covid-19. "Kami juga mengimbau warga negara Indonesia tidak melakukan perjalanan ke luar negeri kecuali kebutuhan mendesak," kata dia dalam wawancara khusus dengan Tempo, Jumat, 4 September 2020.

Duta Besar Indonesia untuk Hungaria Abdurachman Hudiono Dimas Wahab mengatakan, larangan tersebut sempat dilonggarkan pada Agustus lalu dengan syarat pendatang melakukan dua kali tes PCR. Namun, mulai September, larangan tersebut kembali diperketat.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini sangatlah wajar ada pembatasan-pembatasan untuk menghindari laju penularan yang sangat kencang. Bahkan Indonesia juga sebenarnya membatasi kedatangan warga negara lain ke tanah air. Cuma masalahnya pemerintah tidak secara resmi mengumumkannya.

Karena tidak diumumkan pun, ada pembatasan bersyarat yakni dengan melakukan test swab sebanyak dua kali. Jika hasilnya negatif, baru diperkenankan masuk. Itu pun harus dilihat untuk kepentingan apa mereka masuk ke Indonesia. Biasanya yang diperkenankan urusan diplomatik, bisnis dan urusan lain yang mendesak.

Sepertinya Indonesia lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait masalah pandemi Covid-19. Karena masalah kesehatan ini sangat terkait erat dengan masalah ekonomi. Sedikit saja pemerintah salah, dampaknya sangat buruk dengan perekonomian bangsa yang saat ini berada di ujung jurang resesi. Seandainya Indonesia tak mampu membuat pertumbuhan ekonomi menjadi positif di kuartal III pada Oktober nanti, paling tidak lebih kecil dari negatif 5,32 pada kuartal II lalu.

Meski banyak masyarakat menilai penanganan kasus Covid-19 amburadul, namun kalau mau jujur, justru pemerintah Indonesia boleh dikatakan sukses dalam menghadapi pandemi ini. Lihat saja angka pertumbuhan ekonomi kita yang jauh lebih tinggi dari banyak negara yang rata-rata sudah masuk resesi seperti Malaysia, Singapura, AS dan lainnya. Mereka jatuh lebih dalam hingga angka negatif belasan atau dua puluhan persen.

Satu lagi kelebihan Indonesia dibanding banyak negara yang mungkin belum diteliti. yakni, di saat masyarakat negara lain stres dan ketakutan, di sini justru biasa saja. Bahkan kehidupan sehari-harinya seperti normal, sehingga pemerintah bekerja keras menyosialisasikan pelaksanaan protokol kesehatan. Artinya tingkat kebahagiaan masyarakat kita bisa jadi lebih tinggi dari banyak negara lain.

Kondisi ini menjadi pelajaran bagi kita, agar tidak sangat reaktif dengan berbagai permasalahan. Tetapi tetap tenang dan serius, sehingga apapun yang dilakukan akan mendapatkan hasil maksimal. (***)

T#gs Tenang dan Serius Menghadapi MasalahWNIpandemi Covid-19.
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments