Selasa, 11 Agu 2020

Berkurban untuk Kebaikan Bersama

Minggu, 02 Agustus 2020 11:58 WIB
islami.co

Ilustrasi berkurban

Idul Adha yang juga disebut Hari Raya Kurban yang dirayakan pada hari Jumat (31/7/2020), baru saja berlalu. Namun maknanya diyakini tidak akan berlalu begitu saja, apalagi perayaannya kali ini dalam kondisi pandemi Covid-19.

Ibadah Salat Idul Adha dan perayaannya dilanjutkan dengan pemotongan dan pembagian hewan kurban juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Salat Id berjamaah yang biasanya dilaksanakan di lapangan umum dan terbuka, kali ini dilaksanakan di daerah aman dari penyebaran Covid-19, yaitu di dalam dan komplek rumah ibadah dan di rumah bersama keluarga.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19 akibat kerumunan massa, Menteri Agama sebelumnya memang telah mengeluarkan Surat Edaran No.18 Tahun 2020 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020M. Kementerian Agama kelihatannya tidak mau Hari Raya Idul Adha ini menjadi ajang penularan Covid-19.

Bagi umat muslim yang merayakannya tentu saja ada yang merasakan kurang nyaman atas pelaksanaan ibadah Idul Adha kali ini. Terutama dalam pelaksanaan salat berjemaah yang selama ini selain sebagai ibadah makna rukunnya juga menjadi waktu pertemuan dan bersilaturahmi sesama umat di tempat terbuka tanpa ada pembatasan. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin dan bagi yang membutuhkan.

Pelaksanaannya memang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saat salat berjamaah, maka jamaah dibatasi jaraknya, pertemuan fisik dikurangi, pakai masker lagi dan khotbah pun dari awal-awal sudah dianjurkan singkat meskipun tidak mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya. Demikian halnya pembatasan lainnya dalam protokol kesehatan, sudah pasti mengurangi kenyamanan.

Sama halnya saat pemotongan hewan kurban yang biasanya disaksikan ramai-ramai oleh jamaah, panitia atau orang yang berkurban, kali ini juga dibatasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan massa. Kondisi ini tentu saja mengurangi kemeriahan dan sukacita bagi jamaah karena tidak bisa menyaksikannya bersama-sama.

Semua pembatasan itu tentu saja bukan bermaksud untuk membuat jamaah tidak nyaman. Pemerintah tentu saja wajib untuk melindungi warga termasuk dari penularan Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. Artinya, pembatasan itu adalah untuk kebaikan bersama.

Apalagi wabah yang sudah berlangsung beberapa bulan ini belum ada tanda-tandanya akan mereda. Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Cluster Isolation dan upaya pencegahan lainnya, tetapi jumlah pasien Covid-19 masih cenderung terus bertambah.

Pembatasan dan upaya pencegahan penularan virus itu juga telah berdampak luar biasa bagi sektor perekonomian. Sehingga masyarakat yang terdampak juga terus meningkat jumlahnya, terutama yang kehilangan pekerjaan (PHK) dan kehilangan mata pencaharian. Bahkan dampak lebih luas pertumbuhan ekonomi secara nasional sudah negatif, sama seperti negara-negara lainnya yang terdampak. Akibatnya, dikhawatirkan akan mengakibatkan resesi ekonomi jika dalam dua triwulan ini berturut-turut pertumbuhan ekonomi negatif.

Melihat kondisi ini, maka bisa dirasakan banyak makna dari Idul Adha atau Hari Raya Kurban tahun ini. Selain makna ibadah, secara tidak langsung warga juga telah memberikan sumbangsih dan pengurbanan dalam mencegah meningkatnya penularan Covid-19.

Bentuk pengurbanannya tentu saja dengan ikhlas mematuhi protokol kesehatan, mengurangi pertemuan tatap muka dan mengurangi perjalanan. Keikhlasan dan kepatuhan ini sekaligus juga akan memberi makna keteladanan bagi warga lainnya untuk bersama-sama mematuhinya.

Berbagi kepada fakir miskin dan warga kurang mampu tentu saja juga bagian dari ibadah yang perlu dilakukan secara kontinu bagi yang mampu. Yang mampu membantu fakir miskin dan kurang mampu akan bermanfaat dan memberi sukacita serta kedamaian bagi yang menerima dan akan berpahala bagi yang memberi. Sehingga Hari Raya Kurban ini juga bermakna solidaritas membantu sesama yang kekurangan. (*)
T#gs BerkurbanKebaikan Bersama
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments