Rabu, 26 Jun 2019

Bandara untuk Labuhanbatu

admin Sabtu, 06 April 2019 10:48 WIB
Labuhanbatu Raya dulunya hanya satu kabupaten. Setelah pemekaran, kini menjadi tiga kabupaten, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan. Daerahnya sangat luas mulai dari perbatasan Asahan hingga ke perbatasan Riau dan Tapanuli Bagian Selatan.

Sudah lama kawasan Labuhanbatu dikenal sebagai daerah yang kaya. Ada julukan yang melekat hingga kini, yakni daerah "petro dollar". Sebab "dollar" mengalir kencang, namun, bukan karena tambang minyak bumi.

Labuhanbatu Raya merupakan daerah perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Bukan hanya BUMN yang berinvestasi, perkebunan swasta banyak membuka lahan. Perkebunan rakyat yang dikelola petani juga ada di mana-mana.

Tak hanya perkebunan, pabrik kelapa sawit banyak berdiri. Itu sebabnya, Labuhanbatu termasuk penyumbang devisa. CPO yang dihasilkan ada yang dikirim ke Medan, Kuala Tanjung dan Riau. Lalu lintas selalu ramai di kawasan ini, apalagi merupakan bagian dari Lintas Timur.

Untunglah transportasi darat agak memadai. Jalan di kawasan ini lumayan bagus dan terawat. Kereta api pun tersedia, walau masih terbatas di Rantauprapat. Untuk Labuhanbatu Selatan hingga ke Riau masih sebatas rencana pembangunan jalan rel kereta api.

Jalur lalu lintas selalu ramai, karena tingginya mobilitas warga. Tak heran sudah lama ada aspirasi ingin membangun bandara di kawasan Labuhanbatu Raya ini. Sebab dibanding daerah jiran, seperti Taput, Tapteng, Tapsel dan Nias, sudah lebih dulu ada.
Sudah beberapa tahun ini ada suara-suara ingin membangun bandara. Penggalangan tanda tangan dan dukungan perusahaan telah ada. Memang sudah layak daerah Labuhanbatu Raya memiliki bandara tersendiri.

Dalam perjalanan waktu, rencana tersebut kurang gaungnya. Padahal sudah pernah terdengar ada studi kelayakan, namun kelanjutannya tak jelas. Semangat kembali menggebu setelah Menko Kemaritiman Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan menjanjikan akan membangun bandara di Labuhanbatu Raya.

Kita mendukung pembangunan bandara tersebut. Prosesnya masih panjang, mulai dari studi kelayakan, pembebasan lahan hingga proses pembangunan. Dukungan semua pihak diperlukan, dari sekarang dan nanti setelah bandaranya operasional.(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments