Sabtu, 26 Sep 2020

Ayo Basmi Narkoba

Senin, 07 September 2020 11:53 WIB
Istimewa

Ilustrasi 

Ada yang menarik dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Selatan Perangi Narkoba (GM-LSPN) melaporkan ke Presiden Jokowi tentang marak dan merajalelanya peredaran narkoba di daerah itu.

Sudah lama aksi lapor seperti ini tidak terdengar dari masyarakat. Apalagi terkait masifnya peredaran narkoba di masyarakat yang dianggap sudah merusak tatanan kehidupan. Sepertinya Labusel mewakili aspirasi sebagian besar masyarakat Sumut.

Bayangkan saja, peredaran dan penggunaan narkoba saat ini sudah merajalela di hampir seluruh daerah, bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa. Di mana-mana anak muda tak malu lagi menggunakan narkoba. Dampaknya aksi perampokan, begal, pembunuhan, pencurian dan kejahatan lainnya marak terjadi di mana-mana.

Narkoba memang barang haram, tapi sangat menggiurkan untuk dijadikan sumber uang oleh banyak orang karena nilainya sangat tinggi. Bagi masyarakat awam, dengan hanya mengedarkan narkoba sekala kecil saja, bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan tidak perlu bekerja keras, mereka bisa tenang-tenang mendapatkan uang.

Sementara bagi bandar, narkoba jadi sumber menumpuk kekayaan. Dia bisa dengan mudah menggerakkan peredaran narkoba karena sangat banyak yang membutuhkan. Bahkan bandar narkoba mampu mengatur oknum aparat atau penegak hukum, sehingga kerap kali bandar narkoba lolos dari tangkapan atau jerat hukum, karena sudah memiliki beking yang kuat.

Aparat dan penegak hukum yang seharusnya bisa menjadi alat menumpas sekaligus melindungi masyarakat, malah menjadi pelindung peredaran narkoba, akibat ulah para oknum. Bahkan tak sedikit oknum aparat dan oknum penegak hukum lainnya justru jadi pemakai atau pengedar narkoba. Semua ini karena narkoba punya nilai sangat tinggi, mudah didapat dan hukuman bisa diatur.
Mereka tak menyadari kalau dampak narkoba itu juga sangat mahal bagi kehidupan manusia. Siapapun yang sudah terlibat dalam narkoba, akan sangat sulit keluar dari jeratnya.

Maka pantaslah GM-LSPN juga menujukan surat laporan bernomor 01/GM-LSPN/LBS/VIII/2020 tersebut kepada Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Menkum-HAM, Menko Polhukam, Kejagung RI, Kapolri, BNN, BIN dan ditembuskan kepada Komisi III DPR RI, Gubernur Sumut, Ketua DPRD Sumut, Kejati Sumut, Kapolda Sumut, Bupati Labusel, Ketua DPRD Labusel, Kajari Labusel, Kapolres Labuhanbatu serta Kapolsek se-Kabupaten Labusel.

Bersyukur surat yang juga berisi petisi tanda tangan itu, turut didukung MUI, FKUB, PC NU, PD Muhammadiyah, GP Alwasliyah Labusel, BSP Labusel, IPHI Labusel, KNPI Labusel, MPC PP Labusel, DPD IPK Labusel, PC FKPPI Labusel, DPC BMI Labusel, DPC LAN Labusel, LSM Reaksi, DPD LSM FBRI Labusel, FPK Labusel, FKDM Labusel, BKAG Labusel, Ipon Watch Labusel dan 350 tanda tangan dukungan masyarakat dari lima kecamatan.

Berarti masih banyak masyarakat yang peduli dengan kondisi bangsa ini. Sehingga seharusnya pergerakan ini didukung seluruh elemen masyarakat yang anti narkoba dan ingin menyelamatkan bangsa dari kehancuran.

Dalam surat tersebut turut disampaikan rencana demonstrasi akbar menuntut pemberantasan barang haram itu di Kabupaten Labusel. Menurutnya, peredaran narkoba, baik pil koplo maupun sabu-sabu di Kabupaten Labusel sudah sangat merajalela. Telah merusak akhlak dan perilaku generasi muda di Kabupaten Labusel. Parahnya, peredaran narkoba di daerah ini pun sekarang sudah menyasar ke kalangan anak-anak. Bahkan, sekarang sudah ada sabu-sabu yang dijual Rp10 ribu per paket. Mirisnya lagi, penjualan narkoba pun sudah dilakukan secara terang-terangan tanpa ada rasa khawatir para bandar dan kurir. Bahkan mencari sabu-sabu lebih mudah daripada mencari es tebu.

Sehingga melalui surat itu juga mereka meminta kepada Presiden agar memperkenankan masyarakat melakukan tindakan untuk memerangi narkoba.

Sebab, kata mereka, selama ini yang tertangkap sebagian besar hanya pemakai dan penjual kecil-kecilan, sedang bandar dan pengedar sama sekali tidak tersentuh.

Kita tak ingin masyarakat main hakim sendiri, karena ini akan berdampak pada kondisi keamanan secara menyeluruh. Selayaknya pihak berkompeten cepat turun ke lapangan mengantisipasi keadaan. Jangan biarkan masyarakat bertindak sendiri, tapi basmilah peredaran narkoba dengan prosedur yang benar dan tindakan hukum yang tepat. (***)
T#gs Basmi NarkobaGerakan Masyarakat Labuhanbatu Selatan Perangi Narkoba (GM-LSPN)Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments