Kamis, 19 Sep 2019

Asap Kiriman Ganggu Negara Tetangga

admin Rabu, 11 September 2019 10:28 WIB
Pemerintah Malaysia memutuskan menutup lebih dari 400 sekolahnya. Kualitas udara memburuk hingga ke level 201-300. Penyebabnya asap kiriman dari Indonesia yang dipicu kebakaran hutan dan lahan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah sempat mereda di awal hingga pertengahan pemerintahan Jokowi. Apalagi ada ancaman akan mencopot pejabat militer dan polisi yang daerah ada karhutla. Sayangnya, di dua tahun terakhir kembali mengulah dan mengganggu negara tetangga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan luas karhutla di Indonesia dalam kurun Januari hingga Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare. Provinsi Riau merupakan daerah terluas dilanda kebakaran hutan di Sumatera, yakni mencapai 49.266 hektare. Kebakaran di Riau paling banyak terjadi di lahan gambut mencapai 40.553 hektare, dan tanah mineral 8.713 hektare.

Sebagian lagi tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Itu sebabnya Malaysia, Singapura dan Filipina terkena dampaknya. Sebab daerah yang ada karhutla tersebut bersentuhan langsung ke tiga negara tersebut.

Petugas dibantu masyarakat memang sedang bekerja keras memadamkan api. Ada banyak kendala jika kebakaran sudah sempat meluas. Selain butuh waktu, dana banyak terkuras untuk biaya pemadaman.

Itu sebabnya masih relevan pepatah lama, "jauh lebih baik mencegah dari mengobati". Jika sudah terlanjut karhutla meluas, maka dampaknya bisa kena ke negara tetangga. Harusnya dengan adanya pengawasan, karhutla bisa dicegah.

Ada beberapa faktor penyebab kebakaran hutan. Pemicu utama adalah masih rendahnya kesadaran pemilik lahan dan warga sekitar hutan. Mereka yang membuka perkebunan masih lebih memilih jalan pintas yang lebih murah dengan membakar.

Langkah hukum sebaiknya makin agresif. Korporasi yang terbukti terlibat tidak cukup hanya diberi peringatan. Berikan hukuman yang berat bagi pemiliknya agar ada efek jera bagi yang lain.

Pemerintah Indonesia harus meminta maaf atas kenyamanan asap kiriman ke tetangga. Pemadaman harus dipercepat agar dampaknya tidak terlalu lama. Kita berharap semua pihak mau membantu, tidak hanya mengganggap hanya tugas pemerintah saja. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments