Kamis, 27 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1

Vonis untuk Rudi

Sabtu, 03 Mei 2014 12:23 WIB
Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini, tak lagi berkelit. Majelis hakim Tipikor yang menyidangkan Rudi sebagai tersangka kasus suap sebesar Rp. 10 miliar itu akhirnya memvonis Rudi dengan hukuman 7 tahun penjara. Rudi dinyatakan bersalah karena telah menerima suap  dan telah melakukan praktik pencucian uang. Suap dari PT Kernel Oil Singapura dan PT Kaltim Parna Industri  diterima Rudi sebagi jasa Rudi yang telah memberikan sejumlah kemudahan kedua perusahaan besar yang bergerak di bidang migas tersebut. Di antaranya terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan memberi persetujuan menurunkan formula harga gas. Selain divonis penjara, Rudi juga dikenakan membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Awalnya Rudi kekeuh tidak melakukan suap. Rudi memang mengaku telah menerima sejumlah uang dari kedua perusahaan tersebut namun bukan suap, tetap gratifikasi. Karena itu Rudi awalnya berharap agar majelis hakim tidak mendakwanya dengan pasal suap dan pencucian uang, tetapi cuma pasal gratifikasi. Namun apa daya, sebagaimana tuntutan jaksa, majelis hakim lebih melihatnya sebagai suap dan pencucian uang. Hal ini memang tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwa uang tersebut diberikan para pengusaha karena harapan agar Rudi memberikan sejumlah kemudahan bagi kedua perusahaan tersebut. Sebagaimana diakui Rudi sendiri, bahwa uang tersebut dibutuhkannya untuk memberikan THR kepada anggota Komisi VII DPR.

Dalam sidang sebelumnya, Rudi mengaku pernah memberikan 200.000 dollar AS untuk Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bathoegana. Uang tersebut diberikan melalui anggota komisi VII DPR Tri Yulianto. Menurut Rudi dirinya pernah mendapat informasi dari Wakil Ketua SKK Migas saat itu bahwa ada kebiasaan pemberian THR kepada Komisi VII DPR sebagai mitra kerja SKK Migas.

Yang menarik, berbeda dari para tersangka korupsi lainnya yang selalu menyatakan banding dalam sidang yang mereka jalani, Rudi malah mengatakan menerima putusan hakim dan tidak akan mengajukan banding. Memang di antara para tersangka korupsi yang diciduk KPK, baru Rudi yang langsung dengan terang-terang mengaku telah menerima uang untuk diberikan kepada anggota Komisi VII DPR. Sementara sebagian besar para tersangka korupsi tidak mengaku bersalah meskipun telah divonis bersalah oleh hakim, Rudi baru orang pertama dan satu-satunya yang mengakui kesalahannya di persidangan. Kendati Rudi berharap pasal yang disangkakan padanya adalah pasal gratifikasi, bukan pasal suap dan pencucian uang, tetapi seperti sudah disebutkan di atas, Rudi mengakui kesalahannya  dengan jujur.

Jika Rudi telah mengaku menerima uang, maka si pemberi uang pun tentu harus diciduk. Selain itu, Rudi juga telah mengaku memberikan uang yang diterimanya tersebut  kepada sejumlah orang. Karena itu, tak mungkin kasus ini berhenti pada Rudi seorang. Harus ada pengembangan selanjutnya.(##)

T#gs
Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments