Jumat, 03 Apr 2020

TAJUK RENCANA

Proaktiflah Gubernur, Bupati dan Wali Kota!

redaksisib Selasa, 24 Maret 2020 10:54 WIB
NASIONAL KOMPAS

Ilustrasi

Wabah virus corona masih terus berlanjut. Obatnya belum ditemukan, dan jumlah kematian terus bertambah. Kepanikan masih terasa meski telah berupaya ditenangkan dengan banyaknya imbauan, bahkan maklumat.

Sumatera Utara tak luput dari wabah yang berasal dari Wuhan, China ini. Hingga kemarin, sudah ada dua orang meninggal karena virus yang disebut Covid-19 ini. Jumlah yang masuh kategori "Orang dalam Pengawasan" (ODP) terus bertambah.

Wajar warga Sumut makin khawatir dari hari ke hari. Penyebabnya bukan hanya informasi yang beredar dengan leluasa di media sosial dan media massa, tetapi juga dipicu tidak sinkronnya imbauan dengan fakta di lapangan.

Pertama, pemerintah menganjurkan pemakaian hand sanitizer, setelah berinteraksi dengan orang. Tindakan ini disarankan ketika masuk kantor atau rumah. Faktanya, hand sanitizer langka di pasaran, kalaupun ada, harganya sangat mahal.

Kedua, pemerintah menyarankan warga memakai masker, terutama bagi yang memiliki gejala flu dan batuk. Orang-orang lalu menyerbu pusat perbelanjaan, dan apotek. Sayangnya, sama dengan hand sanitizer, ternyata masker juga langka dan harganya melambung tinggi.

Ketiga, pemerintah juga menginstruksikan dilakukannya penyemprotan disinfektan. Di media, orang Sumut membaca pemerintah daerah lain seperti Surabaya, dan Jakarta, melakukannya dengan serius. Bukan hanya gedung-gedung publik, jalan pun disemprot disinfektan.

Warga Sumut tak tahu mau melapor ke mana jika menginginkan penyemprotan disinfektan. Tak ada tampak orang Pemda yang melakukannya di gedung publik, transportasi publik, dan jalanan. Beberapa yang peduli berinisiatif menggalang dana melakukan penyemprotan gratis, walau terbatas.

Kemarin, Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menyebutkan ada dana bencana tanggap darurat yang sudah dialokasikan di APBD Sumut Rp18 miliar. Belum dana yang di setiap kabupaten kota! Lalu, kenapa seperti belum ada aksi di lapangan untuk memerangi wabah corona?

Memang Presiden Jokowi telah mengungkapkan sejumlah negara mengalami kesulitan mendapatkan peralatan medis untuk menangani corona. Setidaknya, ada 180 negara yang berebut mendapatkan distribusi alat pelindung diri (APD) hingga hand sanitizer.

Beberapa daerah di Indonesia telah mencoba kreatif, antara lain membuat sendiri hand sanitizer dan menyediakan masker gratis.

Gubernur, bupati, dan wali kota di Sumut, proaktiflah dan kreatiflah. Segeralah turun ke rakyatmu dan dengar apa yang mereka butuhkan! Bagikan masker dan hand sanitizer secara gratis dan massal. Lakukan penyemprotan disinfektan secara besar-besaran.

Jika anggaranmu terbatas, minta dukungan BUMN, BUMD dan perusahaan swasta. Ini saatnya menggalang solidaritas. Rakyat butuh tindakan nyata dan melawan bersama-sama virus corona ini. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments