Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

PRSU Jangan Hanya Rutinitas

Selasa, 18 Maret 2014 10:11 WIB
PEKAN  Raya Sumatera Utara (PRSU) yang ke-43 tahun 2014 sedang digelar dengan tuan rumah Pemkab Mandailing Natal. Berbagai kreativitas pengusaha, potensi daerah, apakah potensi budaya dan potensi sumber daya alam semuanya dipamerkan di PRSU. Tentu tujuan pameran ini untuk menarik investasi dan memperkenalkan bahwa Sumut kaya dengan potensi budaya dan juga sumber daya alam. Pada saat semua potensi kabupaten dan kota di pamerkan di PRSU, apakah ini berdampak signifikan terhadap pembangunan Sumut yang pada akhirnya terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Sumut.

PRSU merupakan sebuah event yang memberikan pemahaman mengenai potensi daerah agar potensi daerah ini bisa dikembangkan melalui pengelolaan investasi jangka panjang. Kesimpulannya potensi daerah yang dipamerkan itu bisa dijadikan sebagai modal dalam pembangunan Sumatera Utara menuju daerah yang lebih baik.

Apakah PRSU yang sudah jadi rutinitas  dilakukan oleh pemerintahan Provinsi Sumatera Utara bisa menunjang pembangunan? Cukupkah PSRU itu hanya andalan bagi pembangunan Sumut? Tentu semua ajang atau event yang dikelola oleh Pemprovsu dan menggunakan uang dari APBD Sumut harus diperuntukkan untuk masyarakat. Wajar saja masyarakat Sumut menggugat tujuan, target, dan apa dampak PSRU bagi masyarakat Sumut.

Sebagaimana yang kita ketahui, membangun sebuah daerah tidak hanya dengan pendekatan konsep, pameran, dan juga pidato-pidato. Untuk bisa mewujudkan pembangunan Sumut ke arah yang lebih baik, komitmen, keinginan yang paling utama. Wujud dari komitmen itu adalah tindakan langsung yang menyentuh hal -hal yang sangat urgen.

Hal -hal yang sangat urgen yang dimaksud adalah berupa pengelolaan pemerintahan yang bersih dan baik, porsi biaya pembangunan yang lebih besar di APBD, transparansi anggaran menuju anggaran berbasis kinerja harus dilakukan oleh semua pemerintah kabupaten dan kota. Hanya dengan inilah target pembangunan dalam bentuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Sumut dapat terwujud dengan baik.

Kita harapkan PSRU yang ke 43 ini bisa membuka mata para investor agar mau berinvestasi di Sumatera Utara. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada pembukaan lapangan kerja yang bisa meningkatkan produktivitas masyarakat kita. Mengandalkan PRSU saja tidak cukup. Harus ada tindak lanjut yang lebih nyata. Kenyamanan berinvestasi, perbaikan infrastruktur, penataan tata ruang, dan juga fasilitas pendukung lainnya harus dilakukan agar para investor dan nilai jual potensi semua daerah bisa didukung.

Apa yang dilakukan dan ditampilkan oleh semua daerah dalam event PRSU merupakan hal yang sangat baik dalam mendorong dan mendukung pembangunan semua daerah. Bentangan potensi alam dan budaya yang ada di PRSU merupakan modal dasar dalam pembangunan kawasan Sumut menuju daerah yang berproduktivitas tinggi. Semua masyarakat Sumut tentu berharap potensi yang dipajangkan dalam stan-stan bisa jangan hanya pajangan semata.

Butuk sebuah pemikiran brilian apa yang harus dilakukan dalam mengembangkan potensi yang dipajangkan ini supaya punya nilai tambah dan nilai jual yang lebih besar. Saatnya pemerintah kita menyadari bahwa Sumut merupakan gudang potensi alam dan juga budaya. Apa yang bisa dilakukan menggunakan ini seoptimal mungkin melalui tata kelola pemerintahan yang inovatif sudah jadi pemikiran khusus. Tentu tidak cukup hanya memamerkan potensi itu dalam ajang PRSU tanpa tindakan yang lebih nyata dalam bentuk action langsung. (#)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments