Senin, 16 Des 2019

Tajuk

Memulihkan Rasa Percaya Diri Penyandang Disabilitas

redaksi Selasa, 03 Desember 2019 11:19 WIB
Radar Cirebon
Ilustrasi
Hari ini 3 Desember, dunia memperingati Hari Disabilitas Internasional. Tujuannya, untuk memberikan dukungan serta perhatian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Di Indonesia sendiri, komitmen pelaksanaan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas telah terwujud dalam lahirnya UU 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Tema peringatan tahun ini adalah "Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul". Ini merupakan komitmen dan dukungan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berprestasi. Tentu saja ruang bagi mereka harus dibuka seluas-luasnya, tanpa adanya diskriminasi.
Tak bisa dibantah, masih banyak persepsi negatif masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Keluarga yang harusnya mendukung, kadang mengabaikan, karena alasan malu terhadap orang lain. Mereka sulit membaur dengan yang lain, bukan karena tak mampu, tetapi karena persepsi yang salah.

Pemerintah telah membuat beberapa program bagi tercapainya disabilitas unggul. Antara lain, penyusunan dan peluncuran Peta Jalan Sistem Layanan Kesehatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas 2020-2024. Peta jalan ini menjadi rujukan kebijakan dan program bagi pemangku kepentingan bidang kesehatan di tingkat pusat maupun daerah. Tujuannya, mewujudkan sistem dan layanan kesehatan yang aksesibel, menyeluruh, terjangkau, berkualitas, menghargai martabat, serta memberdayakan penyandang disabilitas.

Akses bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sebaiknya dibuka selebar-lebarnya. Mereka harus diberdayakan dalam segala aspek kehidupan, dari tatanan keluarga sampai masyarakat. Jangan lagi diskriminasi yang menganggap penyandang disabilitas tak bisa apa-apa.

Pemerintah sebenarnya sudah menunjukkan teladan bagaimana memperlakukan penyandang disabilitas. Dalam penerimaan CPNS, sudah ada alokasi khusus bagi mereka. Perlakuan ini diharapkan terus berlanjut dalam pencapaian karier, sama dengan yang lainnya.

Presiden Jokowi secara sadar mengangkat penyandang disabilitas menjadi staf khususnya. Meski ada sorotan karena dianggap pencitraan, ternyata mereka yang diangkat memiliki prestasi yang membanggakan. Rasa percaya diri penyandang disabilitas telah dipulihkan dan ke depan, bukan tak mungkin menjadi menteri bahkan presiden.

Penyandang disabilitas tak butuh dikasihani, melainkan diberdayakan sesuai potensi masing-masing. Pelatihan harus diperbanyak bagi mereka. Meski dalam keterbatasan, tidak menghalangi untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Mari menghargai para penyandang disabilitas. Ada 24 hak mereka dalam UU yang harus dihormati semua pihak. Negara wajib melindungi dan menjamin hak itu benar-benar bisa dilaksanakan. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments