Sabtu, 14 Des 2019

Tajuk

Memertanyakan Kualitas Rumah Sakit Daerah

redaksi Sabtu, 30 November 2019 11:39 WIB
eQuator
Ilustrasi
Publik memertanyakan kegagalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang dalam menangani persalinan pasien ibu hamil bernama Tiar Melda Br Bakkara, warga Desa Rokkom, Kecamatan Sumbul Dairi. Harian ini dua hari berturut-turut menyajikan berita tersebut di halaman utama. Memang ada penjelasan penyebab kematian secara medis, yang disebut karena keracunan kehamilan.

Peristiwa ini sebenarnya bukan yang pertama. Ada kekhawatiran tentang kualitas layanan RSUD. Padahal ada banyak harapan masyarakat untuk mendapat pelayanan terbaik di daerahnya. Apalagi sistem rujukan BPJS Kesehatan harus berjenjang, dan tidak bisa langsung ke rumah sakit tipe B atau A.

Ada beberapa persoalan yang sering terjadi di RSUD. Pertama, dokter spesialis jumlahnya terbatas, bahkan tidak ada untuk penyakit tertentu. Dalam beberapa kasus, dokter spesialis tidak selalu ada di tempat, karena praktik di luar, atau pergi ke daerah lain.

Kedua, pelayanan sangat lambat, terutama dalam menegakkan diagnosa awal. Alasan yang disampaikan biasanya klasik, dokter belum masuk. Kadang berhari-hari baru diketahui apa penyakit sehingga tindakan sering terlambat.

Ketiga, fasilitas kesehatan tidak lengkap sehingga harus dirujuk ke rumah sakit. Hal ini sebenarnya bisa dipahami, manakala sejak awal sudah terdeteksi penyakit pasien. Kadang pasien yang disalahkan karena dianggap datang setelah penyakitnya sudah parah.
Diharapkan ada program peningkatan rumah sakit daerah. Masalah pelayanan kesehatan sifatnya nasional. Jadi kurang tepat hanya menyalahkan Pemda. Walau kepedulian mereka juga menentukan.

Pemda mesti "berteriak" ke pusat jika memang RSUD kurang memadai tenaga dokter dan fasilitas. Pemerataan tenaga medis sudah saatnya lebih tegas. Dokter yang menumpuk di kota harus "dipaksa" didistribusikan ke daerah yang berkekurangan.

Bupati Dairi sebaiknya proaktif melobi ke pusat dan provinsi. Kalaupun sulit mendistribusi, paling tidak bisa dipinjamkan dokter spesialis. Sistem dan prosedur pelayanan juga harus diperbaiki agar lebih cepat mendeteksi dan mengambilkan tindakan medis.

Terlepas dari berbagai kekurangan di RSUD, kasus di Sidikalang sebaiknya dievaluasi secara menyeluruh. Bukan mau mencari kambing hitam, tetapi menjadi pelajaran bagi semua pihak. Jika tidak, kasus serupa akan terulang. (**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments