Senin, 16 Des 2019

Kemerdekaan Belajar di Indonesia

redaksi Senin, 25 November 2019 14:05 WIB
tribunnews.com
Ilustrasi Ki Hadjar Dewantara

Setiap 25 November diperingati sebagai Hari Guru. Temanya tahun 2019 ini adalah "Guru Penggerak Indonesia Maju". Ada pengakuan terhadap peran strategis guru dalam membangun Indonesia.
Menurut UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, disebutkan guru adalah pendidik profesional. Tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Baik pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, maupun pendidikan menengah.

Tugas yang sangat berat, yang hanya orang yang profesional yang bisa melakukannya. Tak sembarangan orang bisa menjadi guru. Kelihatannya mudah, tetapi saat dilakoni, ternyata banyak tantangan. Sebab bukan hanya terampil mentransferkan ilmu pengetahuan, tetapi harus memahami dan menjiwai anak didiknya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memahami beratnya tugas guru. Pikiran, perasaan dan apresiasinya dituangkan dalam pidato dalam rangka Hari Guru. Dia menegaskan perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru.

Dari isi pidato tersebut, ada fakta diungkap tentang pengekangan terhadap guru dalam berkreasi bersama siswa. Akibatnya, hasil yang dicapai tidak maksimal. Bukan karena gurunya tak mampu, tetapi sistem yang dibangun yang membelenggu.
Diharapkan ada perubahan mendasar terhadap posisi guru dalam sistem pendidikan nasional. Memang benar, perubahan dimulai dari bawah. Namun, tanpa ada kemauan politik dari pimpinan, perubahan tidak akan berkelanjutan dan berdampak.
Mendikbud mesti memayungi kreativitas guru di kelas. Aturan yang jelas harus segera dibuat menjadi panduan di lapangan. Jadi pemangku kepentingan bukan hanya memahami perubahan yang ada, tetapi terlibat secara aktif.

Momentum Hari Guru sebaiknya dimanfaatkan memulai perubahan tersebut. Pendidikan memang harus merdeka. Berikan ruang yang seluas-luasnya bagi siswa dan gurunya untuk berkreasi dan berkarya.

Perlu diingat, guru yang profesional haruslah dihargai tinggi. Sebaliknya, yang tak berkualitas sebaiknya dievaluasi, dan dimutasi ke jenis pekerjaan lain, seperti pegawai kantor sekolah. Pendidikan era 4.0 tantangannya berbeda, dan harus dihadapi dengan cara yang profesional. Selamat Hari Guru!(**)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments