Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Belajar dari Ledakan Tanjung Priok

Jumat, 07 Maret 2014 10:52 WIB
SEMUA manusia harus dan wajib belajar dari pengalaman masa lalunya. Dengan demikian ke depan  akan mendapatkan hal yang lebih baik. Hidup adalah bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan. Ledakan yang terjadi di gudang amunisi Komando Pasukan Katak (Kopaska), harus jadi pelajaran maha berharga. Hal yang sama pernah terjadi di markas Brimob Polda Sumut yang merenggut nyawa seorang porsonil pada saat latihan perakitan bom. Namanya bahan peledak maka sangat rentan meledak jika  tidak diimbangi dengan pengawasan super ketat.

Kita bukan bicara dalam konteks mencari siapa yang salah. Hanya saja hal seperti ini kalau bisa jangan lagi terjadi ke depan. Cukup sudah nyawa yang  melayang. Kita harus menempatkan prinsip keselamatan kerja  sebagai nomor satu. Untuk itu fungsi pemeliharaan dan pengawasan terhadap bahan peledak yang dimiliki oleh TNI  harus lebih baik. Di negara manapun bahan peledak selalu mendapat pengawasan dan penjagaan super ketat karena sangat membahayakan. Sebagai material senjata yang mematikan maka pengawasan harus seprofesional mungkin.

Untuk jangka pendeknya, TNI AL harus melakukan evaluasi  secara menyeluruh mengapa bisa sampai meledak. Dengan demikian, pencegahan, dan manajemen pengawasan yang diterapkan  harus lebih ekstra hati-hati. Bahan peledak merupakan senjata yang sangat penting bagi semua angkatan TNI, karena  merupakan senjata yang sangat dibutuhkan dalam menjaga eksistensi NKRI.

TNI saat ini sedang dalam  pembenahan internal dengan peningkatan kualitas prajurit secara mental dan profesional. Profesionalisme TNI sangat dibutuhkan apalagi pada zaman yang serba modern saat ini. Apalagi  ancaman yang kita hadapi dengan adanya potensi perang kawasan karena masalah perbatasan dengan negara lain masih belum "clear". Bisa saja dengan negara tetangga sendiri kita perang karena klaim perbatasan. Sementara tugas utama TNI adalah menjaga wilayah NKRI dari rongrongan luar.

Untuk melengkapi TNI dengan alat tempur, tentu butuh biaya. Segala alat tempur, termasuk bahan peledak  harus benar-benar diberdayakan dan digunakan seefektif mungkin dan  pembenahan SDM pun harus dilakukan dengan cepat. Adaptasi prajurit dengan kondisi mutahir sangat perlu. Kalau tidak,  akan ketinggalan dengan negara lain.

Harus diakui kita sering lalai dalam banyak hal. Tiba diperhadapkan dengan permasalahan maka semua akan sibuk mencari kesalahan. Termasuk dengan banyaknya pesawat tempur atau heli kita yang jatuh. Ini harus jadi perhatian .

Tragedi atau kejadian Tanjung Priok, apakah karena faktor kelalaian atau faktor lainnya harus segera dievaluasi oleh TNI AL karena ini menyangkut efektivitas pengamanan alat-alat tempur TNI. Bagaimana kita mampu menggunakan senjata dengan profesional jika ternyata menjaga bahan peledak saja kita kewalahan. Mari menunggu evaluasi dan investigasi TNI AL secara menyeluruh. (#)

T#gs belajar
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments