Jumat, 21 Feb 2020

44 Tahun Harian SIB

Jumat, 09 Mei 2014 10:19 WIB
Menjadi sebuah media yang dicintai rakyat tentu tidaklah mudah. Saat reformasi bergulir 1998  atas nama kebebasan pers, banyak pers dalam bentuk bulanan, mingguan, dan harian berdiri. Mereka lahir sebagai euforia kebebasan karena pada era Orde baru sensor kepada media sangatlah ketat. Tetapi dalam perkembangannya, media yang baru muncul di era reformasi itu akhirnya bertumbangan alias gulung tikar. Dalam pikiran pembuat media cetak yang baru itu, mengelola media cetak adalah gampang, layaknya mengelola perusahaan bisnis. Bahkan mereka berpikir dengan adanya media yang baru akan memperoleh keuntungan komersil dengan mudah dan mampu membangun jaringan dengan kekuasaan.

Harian SIB tentu tidak lahir dan datang dengan tiba-tiba. Pendiri harian SIB yang kita kenal sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, punya spirit, kepekaan sosial (social awareness) yang sangat tinggi dalam awal perjuangannya mendirikan Harian SIB sarat dengan berbagai tantangan. Bermodalkan keberanian, keyakinan, idealisme yang tinggi, visi, keinginan melahirkan bahan bacaan yang mendidik dan bermutu, dan tanpa dukungan dana yang memadai (minim) Harian SIB telah menjelma sebagai sebuah media yang kini terus eksis, survive  karena terang-terangan terbit selaras dengan suara masyarakat.

Gerakan reformasi berhasil di Sumatera Utara pada tahun 1998 tidak lepas dari peranan harian SIB yang terus mengawal reformasi. Berbagai suguhan berita yang dimuat dari dapur redaksi menjadi informasi yang edukatif, up to date, dan berguna untuk pengembangan nilai, mempererat persatuan dan kesatuan. Semua pemberitaan semuanya diupayakan untuk menegakkan nilai-nilai berbangsa, norma budaya dan agama, dan secara khusus mendorong pembangunan yang berdimensi kebangsaan. Harian SIB kini berkembang dan dicintai masyarakat berkat wajah dan suguhan beritanya yang selalu mengedepankan keberimbangan dan membangun semua komunitas.

Apa resep harian SIB ini tetap dicintai oleh masyarakat Sumut sampai hari ini? Pertanyaan ini sangat sederhana. Tetapi semua bermula dari keinginan yang tulus untuk memperjuangkan kehidupan yang adil dan beradab dari ruang pemberitaan. Peran sosial lebih diutamakan daripada peran komersil. SIB kini telah tampil dengan berbagai laman yang menarik. On-line dan SIB e-paper merupakan wujud dari pelayanan SIB kepada masyarakat untuk menyajikan fakta yang menarik mengenai Sumut dan bangsa ini.

Kini SIB telah 44 Tahun. Sebagai media yang terus berjalan dengan pusaran arus globalisasi informasi, SIB telah hadir dengan kekuatan utamanya, merakyat, visioner, penuh dedikasi, dan menjadi sosial control yang orisinil. Kepercayaan masyarakat (social trust) yang sangat tinggi tentu menjadi modal utama harian SIB untuk terus berkembang.

Harian SIB terus melakukan upaya bagaimana supaya visi dan misi bernegara, baik dalam konteks global, nasional, regional, dan juga lokal bisa terwujud dengan baik. Tidaklah mudah menjadi media yang besar, berkualitas, dan berdedikasi tinggi. Semua butuh komitmen penuh, kecerdasan organisatoris, sumber daya wartawan, SDM staff, dan kerja keras.

SIB lahir dari proses kerja keras yang baik, komitmen yang tinggi melayani masyarakat sehingga harian ini sampai pada usia yang ke-44 dan tetap sebagai the best media di hati masyarakat. Semoga di usia ke-44 ini harian SIB terus mengembangkan ide yang kreatif, inovasi pemberitaan yang cerdas, dan terus bersama rakyat bahkan menjadi milik rakyat sebagai salah satu instrumen utama rakyat dalam memperjuangkan dan menegakkan hak dan kewajiban rakyat berdemokrasi dan berbangsa.

 Dirgahayu SIB ke-44. (#)
 



T#gs
Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments