Sabtu, 04 Apr 2020
  • Home
  • Sinar Wanita
  • Wariskan Budaya, Perempuan Desa Tanjung Barus Racik Obat Tradisional

Wariskan Budaya, Perempuan Desa Tanjung Barus Racik Obat Tradisional

redaksisib Minggu, 15 Maret 2020 20:30 WIB
SIB/Marlinto Sihotang

BIKIN OBAT : Kaum perempuan yang tergabung dalam PKK Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Karo, melestarikan budaya leluhur Karo dengan membuat obat tradisional bahan Sembur dan Kuning (param) di losd desa baru baru ini. 

Tanah Karo (SIB)
Kaum perempuan yang tergabung dalam ibu ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Karo mempertahankan warisan budaya leluhur Suku Karo, dengan meracik serta membuat obat tradisional yakni bahan sembur dan kuning (param).

Kepala Desa Tanjung Barus, Berlin Bangun, Selasa (3/3) menyebut, kegiatan ini dilakukan kaum ibu yang tergabung dalam PKK.
"Jadi sebagai pemerintah desa, tentunya kita fasilitasi ya," katanya.

Ia menyebut, pembuatan obat tradisional Karo ini dilakukan secara rutin tiap tiga bulan sekali. Bahan bahan dasar pembuatan obat tradisional diambil dari hasil ladang masing masing warga.

"Bahan dasar kan lengkap, karena daerah pertanian, tentunya tinggal tergantung niat dan kebersamaan melakukanya," kata Bangun.

Pengolahan ramuan obat-obatan tradisional inilah salah satunya yang dijadikan Pemerintahan Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo sebagai upaya pemberdayaan perempuan di desa yang berjumlah sekitar 500 KK.

Diterangkan Bangun, kegiatan pemberdayaan perempuan desa yang pesertanya terdiri dari para lansia dan pra-lansia ini merupakan salahsatu upaya mempererat tali silaturahmi sesama warga desa, di samping upaya mempertahankan budaya kearifan lokal.

Katanya, bahannya terdiri dari beras, daun- daunan hutan, jahe, lada, jerangau, pala dan akar-akaran dari tanaman obat dan jeruk purut. Keseluruhan bahan ramuan ini dicincang halus lalu digiling halus kemudian disangrai dengan beras.

"Tentunya, tujuan kita nanti hingga ke pemasaran atau komersial yang mampu membantu perekonomian keluarga, sehingga tiap warga desa semakin mandiri dan sejahtera," katanya.

Namun, hingga kini, Bangun menyebut obat tradisional yang dibuat kaum perempuan ini masih sebatas untuk keperluan pribadi, belum untuk dijual.

"Masih untuk pribadi. Intinya warga kita dulu memakainya. Warga sehat, pemerintah desa pun senang. Ke depannya, akan kita jual dengan merek desa kita," katanya. (K02/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments