Rabu, 18 Sep 2019

Inspirasional

Wanita 76 Tahun Jadi Sensasi New York Fashion Week

admin Minggu, 25 Agustus 2019 14:34 WIB
Judith Boyd
Wanita seringkali menguatirkan dirinya tidak menarik lagi jika menjadi tua. Berbagai perawatan pun dilakukan untuk mencegah timbulnya garis-garis halus dan keriput di wajah. Tapi, apapun dilakukan menjadi tua itu pasti dan kita harus menerimanya. Karena menjadi tua, bukan berarti kita tidak bisa tampil menarik dan berkarya.

Seorang nenek berusia 76 tahun bernama Judith Boyd ini, bisa menginspirasi bahwa menjadi tua bukan berarti tidak menarik lagi. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Judith menjadi sorotan dunia saat tampil di New York Fashion Week. Judit melenggang sebagai model di pekan mode bergengsi tersebut.

Ada kisah inspiratif di balik penampilan Judith di New York Fashion Week awal 2019 sebagaimana dilansir Wolipop. Mantan perawat psikiatri ini dijuluki granfluencer karena penampilannya yang selalu stylish meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Judith adalah seorang janda yang mempunyai tiga orang anak dan delapan cucu.

Nenek Judith menginspirasi dengan gaya stylishnya melalui postingannya di Instagram @stylecroe yang memiliki pengikut lebih dari 50 ribu itu. Dia juga rutin menulis di blog mengenai fashion. Sudah selama satu dekade nenek berambut putih itu menuangkan tulisan mengenai fashion di blognya.

Judith sengaja memilih kata crone sebagai nama blog dan akun Instagramnya. Dia ingin memberikan gambaran positif dari seorang wanita tua yang selama ini oleh masyarakat dilhat sudah renta dan tidak produktif.

"Crone digunakan untuk menjadi gambaran positif dari seorang wanita yang lebih tua. Tapi sekarang ini digunakan untuk menggambarkan seorang wanita tua yang jelek. Saya ingin mengubah itu dan meningkatkan kesadaran dari makna asli kata tersebut untuk membantu menyemangati wanita yang lebih tua," ujarnya.

Aura nenek Judith yang memesona membuatnya sering didapuk sebagai model catwalk. Dia menekuni dunia model untuk pertama kalinya saat usianya 72 tahun.

"Saya bergabung dengan agensi model beberapa tahun yang lalu. Saya telah melakukan kampanye iklan perhiasan dan saya berjalan di atas panggung catwalk untuk perancang Denver di New York Fashion Week awal tahun ini. Saya hanya ingin menunjukkan tidak pernah ada kata terlambat," jelas Judith.

Judith yang lahir pada 1943 berasal dari keluarga petani di pedesaan Minnesota. Tumbuh dengan tiga orang bersaudara, tak pernah ada yang memberikannya arahan tentang fashion. Sosok bibi-bibinya lah yang menginspirasinya untuk memerhatikan penampilan.

"Saya memiliki beberapa bibi yang bekerja di kota. Mereka bekerja sebagai sekretaris dan guru dan saya pikir mereka sangat stylish," kata Judith.

Pada usia 18 tahun, nenek Judith meninggalkan peternakan tempat lahirnya dan memulai masuk ke pelatihan keperawatan di Minneapolis. Menurutnya momen itulah yang membuatnya mengenal dunia yang lebih luas.

Judith pun mulai mencoba eksplorasi fashion. Apalagi tempatnya bekerja tidak mengharuskannya memakai seragam.

"Saya akan berpikir tentang apa yang akan dipakai untuk bekerja di pagi hari, karena saya tidak lagi harus mengenakan seragam perawat. Saya mempersiapkan pakaian saya untuk hari itu. Kantor memperbolehkan saya untuk mengekspresikan diri dan saya tahu pasien saya akan mengapresiasinya," tuturnya.

Judith kemudian menikah ketika ia berusia 23 tahun. Namun pada 1975, dia berpisah dari suami pertamanya yang memberinya dua anak, Troy dan Tania. Dua tahun kemudian pada 1977 Judith bertemu dengan pria lain yang mampu mencuri hatinya, Nelson, Mereka memutuskan untuk menikah pada 1980 dan dikaruniai anak perempuan bernama Camile.

Pada 2005, Nelson didiagnosa menderita kanker. Hati Judith semakin hancur ketika suami keduanya itu meninggal dunia pada 2011. Sang suami meninggal sembilan bulan setelah dia mulai meluncurkan blognya The Style Crone.

"Saya meneruskan blogging untuk menghormati Nelson. Ketika ia meninggal, sangat sulit bagi saya hidup tanyanya, tapi melalui blog saya merasa terbantu," katanya. Judith juga menyebut Nelson lah fotografer pertamanya ketika dia mulai mengunggah gayanya di blog.

Orang lain yang membantu Judith menyesuaikan diri dengan kehidupan tanpa Nelson adalah putri bungsunya Camille. Dia pun kini berusaha bangkit dan rajin berkampanye tentang penuaan. Judith berharap bahwa blog dan sikap positifnya bisa menginspirasi sesama wanita yang menua bahwa usia hanyalah angka.

"Saya baru saja memulai sebuah proyek baru yang bekerja dengan para janda di mana saya menggabungkan latar belakang kesehatan mental saya dengan gaya saya dalam menceritakan kisah kehilangan saya. Dan saya berharap bahwa itu akan membantu dan menginspirasi orang lain, " katanya.

"Ini sungguh merupakan cara untuk meringankan pengalaman yang sempat menghancurkan hati saya, saya tahu di alam sana, Nelson akan mendukung sepenuhnya," tutup Judith. (R17/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments