Senin, 14 Okt 2019

Sumatera Women Foundation Kembangkan Motif Batik Sumut

Minggu, 30 Maret 2014 20:30 WIB
Medan (SIB)- Sumatera Women Foundation (SWF) mendukung percepatan pengembangan wira usaha wanita. “Tujuannya membantu perempuan di daerah ini lebih maksimal dalam menggerakkan perekonomian keluarga yang muaranya ikut mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa,” tandas Ketua SWF Ade Novita Zein SH didampingi wakil ketua Lidya Magdini Br Sihombing dan sekretaris Susi Merry Junita Manullang Br Sinaga SS di jeda blusukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berkonomi marjinal, Jumat, (28/3/2014).

Ragam kegiatan dilakukan. Salah satunya, ya... itu tadi, pengembangan hal-hal kedaerahan seperti motif batik Sumut yang dilakukan Nurcahaya Br Nasution. Produk rumahan tersebut dipamerkan Women Day International yang diadakan IWAPI Sumut - Konjen Amerika di Taman Gajah Mada Medan, Ferbruari 2014.

Punya kualitas sama dengan batik kebanyakan khususnya yang dijadikan adibusana, Nurcahaya berinovasi desain yakni memasukkan makna dalihan natolu di dalam desainnya. Pemasukan ide itu dengan filosofi masyarakat dan budaya Batak dalam hubungan-hubungan kerabat. Inovasi tersebut sejalan dengan Lembaga Keterampilan Pelatihan (LKP) Saudur Sadalanan yang mengembangkan batik motif etnik Sumatera Utara, masing-masing Mandailing, Nias, Tapanuli Utara, Simalungun, Karo, Dairi dan Melayu.

Nurcahaya mengatakan, untuk batik Sumut yang memuat filosofi Dalihan Natolu tersebut prosesnya jauh lebih rumit dengan apa yang sudah dikerjakan selama ini sebab punya detail. Hasilnya pun maksimal karena langsung diserap pasar dengan beberapa warna merah, hijau dan biru. “Sesuai visi misi SWF yang berupaya memajukan perempuan, kami harus berupaya semaksimalnya,” tandas Susi Sinaga yang kader Partai Golkar itu saat ramah tamah dalam acara adat dengan keluarga besar di Akademi Kebidanan Senior.

Langkah menyosialisasikan hasil kreasi perempuan tersebut dilakukan Susi Merry Junita Manullang Br Sinaga SS di bidang lain seperti menyemarakkan industri kreatif (baca: produksi film) bersama produser dan artis nasional Anna Sinaga yang sukses bermain dan menjadi produser film Mushala yang mengetengahkan budaya dan kekayaan wisata Tapanuli Tengah.

Memaksimalkan potensi dalam keluarga besarnya, Susi Merry Junita Manullang Br Sinaga SS menyosialisasikan ide dan kreativitasnya dalam keluarga besar dan tokoh masyarakat seperti SK Sinaga, Sairoon Sinaga, Edison Sinaga, Prof Jhon Pieter Sinaga, Osbeth Sinaga. “Saya juga berharap, upaya pemberdayaan ekonomi perempuan dari industri rumahan pun dapat dukungan dari keluarga besar saya. Misalnya mengenai srikaya manggrove itu. Kan idealnya dikonsumsi oleh lingkungan keluarga, kemudian diekspor!”

Yang sifatnya industri rumahan, bersama melestarikan pantai di Serdang Bedagei, membuat srikaya dari manggrove. “Hasil rumahan itu sudah prospek ekspor karena srikaya dari manggrove punya gizi lebih maksimal,” tandas Ade Novita Zein yang sudah melanglang ke sejumlah negara di dunia untuk misi mengangkat derajat kaumnya. (r9/h)





Ketua SWF Ade Novita Zein SH diapit wakil ketua Lidya Magdini Br Sihombing dan sekretaris Susi Merry Junita Manullang Br Sinaga SS
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments