Kamis, 18 Jul 2019

Pesan untuk Perempuan: Tetaplah Produktif, Apapun Profesinya

admin Minggu, 21 April 2019 15:58 WIB
Ilustrasi
Setelah menonton video viral yang dibuat Shopee khusus untuk perempuan, Desy Yusnita merasa familiar dengan kondisi itu. Seperti dilansir Kumparan.com, Desy mengaku belum pernah mengalami semua hal yang digambarkan dalam video itu. Dari body shaming, pelecehan seksual (meskipun sebatas catcalling, tapi tetap saja itu pelecehan), dan yang terakhir direndahkan atau diremehkan atas kemampuan yang kita miliki.

Desy menyadari kejadian-kejadian yang digambarkan dalam video itu bisa saja terjadi pada laki-laki juga. Tapi sejauh ini yang dia tahu korbannya masih lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Dan balik lagi, jika membahas soal perempuan, entah kenapa rasanya ruang gerak untuk perempuan berprestasi dan berkarya itu masih sangat terbatas.

Waktu dia bekerja sebagai seorang recruiter di perusahaan, beberapa kali dia mendapatkan pesan dari usernya untuk tidak mencari karyawan perempuan. Alasannya sih klasik ya, perempuan kan ada haid, mood-nya tidak stabil, hamil, cuti melahirkan dan lain sebagainya yang mana kondisi-kondisi itu dianggap mengganggu jalannya pekerjaan, meski kenyataannya tidak selalu seperti itu.
Padahal pekerjaannya sangat bisa sekali dilakukan oleh perempuan. Sebagai seorang recruiter yang juga seorang perempuan, kadang kondisi itu membuatnya sedih.

Dan ketika dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga produktif alias masih punya pekerjaan sampingan yang dia rasa tidak perlu dijelaskan detail ke semua orang, masih saja ada komentar yang kurang enak didengar tentang kodratnya sebagai perempuan. Pernyataan ini disampaikan oleh tetangganya yang juga merupakan orang tua dari anaknya, beliau mengatakan padanya kurang lebih seperti ini:

"Percuma ya disekolahkan tinggi-tinggi, pada akhirnya jadi ibu rumah tangga juga."

"Jadi kalau punya anak perempuan, kayaknya tidak usah sekolah tinggi-tinggi ya, sampai SMA aja cukup."

Ia rasa apapun jenis kelaminnya mereka berhak untuk sekolah sampai jenjang tertinggi yang mereka bisa dan mereka mampu. Desy merasa tidak ada yang salah dengan keputusan seorang perempuan yang memiliki gelar sarjana lebih memilih menjadi ibu rumah tangga.

Bukan soal teori yang tidak terpakai, tapi tentang pola pikir yang butuh untuk dibangun. Yes, itulah gunanya sekolah. Dari pola pikir itulah perempuan membangun generasi berikutnya menjadi generasi yang lebih baik. Dari pola pikir yang didapat di sekolah, perempuan bisa berpikir kreatif, sehingga bisa menjadi lebih produktif.

Di zaman serba digital seperti sekarang ini, rasanya banyak pilihan untuk mencari penghasilan tambahan. Dan #untukperempuan hal ini bisa menjadi solusi saat memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, namun tetap ingin memiliki penghasilan sendiri.

Banyak kegiatan untuk perempuan yang bisa dijalani dari rumah namun juga menghasilkan. Misalnya saja menjadi copywriter, social media spesialis, konsultan, berjualan online, fotografer produk dan masih banyak yang lainnya. Selama itu dijalani sesuai passion, insyaallah pasti bisa dijalani.

Saat ini banyak ibu rumah tangga yang memilih untuk menjadi pebisnis toko online. Dan menurutnya itu bagus, karena dengan begitu mereka akan selalu berpikir kreatif bagaimana mengembangkan bisnisnya tanpa melupakan tugas-tugas utamanya sebagai seorang ibu.

Menurutnya, menjadi pebisnis online itu juga tidak mudah. Harus tetap punya manajemen waktu yang baik, disiplin dan selalu berinovasi.

Dulu, memulai toko online itu minimal harus punya sosial media atau website sendiri. Kini kehadiran e-commerce memberikan suasana baru bagi para pebisnis online. Dan e-commerce yang cukup didambakan semua perempuan baik sebagai pebisnis toko online maupun pembeli.

Akhir-akhir ini dia baru tahu kampanye #untukperempuan ini merupakan dukungan untuk perempuan Indonesia dari Shopee. Kampanye ini bertujuan memotivasi perempuan Indonesia agar terus berkarya apapun profesi mereka.

Shopee mengingatkan bahwa sesama perempuan itu sebaiknya saling mendukung, janganlah saling bersaing satu sama lain. Dan mulai sekarang apapun jenis kelamin kita, mulailah menjadi support system untuk perempuan yang ada di dekat kita. Yuk dukung perempuan Indonesia untuk bisa maju dan berkarya. (R17/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments