Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Sinar Wanita
  • Pergelaran Gaun Pengantin Once Upon a Dream Inspirasi Kisah Sendu Putri Rusia

Pergelaran Gaun Pengantin Once Upon a Dream Inspirasi Kisah Sendu Putri Rusia

Minggu, 13 April 2014 21:24 WIB
SIB/int
Pergelaran busana pengantin bertajuk Once Upon a Dream di Ritz Carlton, Pasicif Place, Jakarta, dalam ajang Bazaar Bridal Week 2014. Andreas Odang memamerkan karya busana rancangannya yang terinspirasi dari kisah tragis Putri Anastasia Nikolaevna Romanov
Jakarta (SIB)- Gaun pengantin glamour kerap terinspirasi dari kisah dunia, seperti Cinderella. Tetapi Andreas Odang merancang gaung historis terinspirasi kisah sendu seorang putri Rusia. Dalam pergelaran bertajuk Once Upon a Dream, perhelatan dipusatkan di Ritz Carlton, Pasicif Place, Jakarta, dalam ajang Bazaar Bridal Week 2014, Andreas Odang memamerkan karya busana rancangannya yang terinspirasi dari kisah tragis Putri Anastasia Nikolaevna Romanov dari Rusia.

Di tangan Andreas, perjalanan hidup sang putri yang memilukan di masa revolusi Bolshevik Rusia menjadi terlihat mewah sekaligus misterius lewat sejumlah gaun pengantin, yang marak menerapkan detil khas bangsawan Rusia.

Koleksi gaun dikreasikan dengan gaya rancang sederhana, klasik, ringan, dan gemulai mengikuti pergerakan tubuh para model yang memeragakan di atas pentas. Sejumlah garmen ringan seperti sutra perancis, silk shantung, silk organza, silk duchess, silk jacquard, taffeta, dan lure.

Christina Andhika Setyanti di Kompas.Com, Kamis, (10/4), melaporkan, Andreas menampilkan 28 gaun pengantin, yang terbagi dalam 23 gaun malam dan 5 gaun pengantin. Semua koleksi gaunnya menggambarkan siluet klasik era tahun 40-an dengan siluet pinggang yang merampingkan. Hadir pula busana tiongkok , cheongsam, yang menonjolkan lekuk tubuh perempuan dengan sempurna.

Gaya rok mini mendominasi sejumlah gaun malam karya Andreas, sedangkan untuk gaun pengantin lebih menonjolkan rancangan yang “memeluk” tubuh atau body contour dengan permainan ruffles menumpuk, gaun ballgown sarat lapisan garmen yang kokoh di bagian lengan. Tak ketinggalan gaun seksi bergaya  A-line, lengkap dengan aksen kupu-kupu.

Kemegahan kaum bangsawan Rusia diimplementasika Andreas pada busana lewat detail dan aksen nan jelita. Ragam ukiran, dekorasi interior istana, hingga hiasan telur mewah yang terkenal, Faberge, tak luput dari pengamatannya untuk melengkapi keindahan koleksi busana. Agar semakin glamor, Andreas melengkapinya dengan payet dan kristal. “Potongannya sengaja dibuat sederhana dan klasik karena saya ingin baju saya menjadi support untuk pemakainya, bukan malah jadi overshadow. You supposed to wear the dress, not the dress what wears you," kata Andreas.

Mengenai pilihan warna gelap dan netral yang terlihat lebih unggul dibandingkan rona lainnya, Andreas memiliki alasan tersendiri. "Hitam itu warna misterius dan abadi. Sedangkan emas itu mewah dan elegan.Sangat cocok dengan kisah kehidupan Anastasia yang seperti mimpi, hidup mewah namun berakhir tragis dan penuh misteri!" (t/r9/c)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments