Minggu, 17 Nov 2019

Pakai Sepatu Hak Tinggi Tak Hanya untuk Seksi

Minggu, 25 Mei 2014 23:37 WIB
Jakarta (SIB)- Memakai sepatu hak tinggi bagi perempuan tak cuma urusan gaya. Ada fungsi yang tak bisa tergantikan dengan memakai sepatu berhak lebih dari tiga sentimeter di bagian tumit itu. "Dengan hak tinggi, otomatis postur tubuh ketika berjalan jadi lebih tegak kelihatan lebih seksi," ujar Bona Dea Kometa, dalam acara bincang-bincang di Talk Inc, Sabtu, (17/5).

Postur tersebut membuat seseorang menjadi lebih enak dilihat sehingga menimbulkan rasa percaya diri yang baik. Posisi tersebut, kata mantan finalis Asian Next Top Model periode dua ini, sangat membantu ketika seorang wanita diharuskan berbicara di depan publik dalam acara yang formal. Bona menyarankan untuk menggunakan sepatu yang berhak tinggi dalam acara-acara resmi tersebut. Banyak pilihan yang bisa diambil ketika memilih sepatu hak tinggi. Tidak harus yang runcing di bagian belakang saja (heels). "Bisa pakai wedges atau peptoe," ujar peragawati tersebut.

Miss Indonesia 2007 Kamidia Radisti, juga membagi ilmunya dalam acara tersebut. Dia mengatakan awalnya cukup kesulitan membiasakan memakai sepatu hak tinggi. Situasi semasa karantina dalam ajang kecantikan tersebut yang memaksa dara 30 tahun ini untuk bersepatu hak tinggi. "Saya sebulan harus pakai heels tiap hari," katanya sambil mengatakan pekan pertama adalah siksaan bagi kakinya.

Untuk menyiasatinya, Disti memilih sepatu dengan model yang bertali. Otomatis, dari tumit hingga betisnya akan terikat. Begitu juga dengan model ikat di bagian tumit yang bisa dipilih untuk para pemula. Sehingga ketika berjalan tumit ikut terangkat. Metode itu biasanya manjur bagi Disti yang kini tak canggung lagi dengan sepatu hak tinggi.

Meskipun bagus untuk postur dan mempercantik penampilan, sepatu hak tinggi juga berisiko terhadap kesehatan. Bona menyarankan agar melakukan ritual penetralan. Caranya, kata perempuan bertinggi 179 sentimeter tersebut, dengan berjalan bolak-balik yang bertumpu pada tumit. "Kalau sebelum tidur juga bisa menyandarkan kaki di tembok selama 15 menit," katanya seperti disiarkan Tempo.Co, sambil mengatakan cara itu berguna agar aliran darah kembali lancar. (T/R9/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments