Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran

Padu Padan Langsing Cheongsam Setelah Perayaan Imlek

Minggu, 02 Februari 2014 12:24 WIB
Jakarta (SIB)- Peragaan busana bertema La Route de La Soie atau Jalur Sutra menggunakan rancangan cheongsam (cenderung diasosiasikan sebagai busana Imlek) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat, (25/1), menyisakan keriangan. Dari 75 koleksi yang diperagakan tersebut ditarik benang merah bahwa gaun tradisional China itu dipakai tak hanya saat Imlek. Selain itu, dengan berbalut gaun yang dikenal cheongsam itu juga bisa modis dalam gaya langsing.

Gaun tradisional Cina yang ketat di tubuh ini merupakan gaun terusan dengan berleher tinggi dan belahan samping. Karena bentuknya yang menutupi seluruh badan, pemakai gaun ini akan terlihat ramping.

Sonny Muchlison mengaku kalau busana khas kaum Tionghoa ini tidak pernah membosankan untuk dieksplorasi. Bukan hanya warna merah, kini cheongsam hadir dengan berbagai motif, bahan, serta permainan warna yang trendi. Namun, dengan padu padan yang tepat, cheongsam bisa dipakai untuk sehari-hari. "Cheongsam sudah mendunia, ada banyak jenis gaun ini yang memakai batik sebagai bahan dasarnya," ujar pengamat mode itu seperti disairkan Tempo.Co, Jumat, (31/1).

Bahkan dewasa ini, orang Tionghoa lebih memilih mengenakan cheongsam dengan bahan dari kain tenun. " Orang Tionghoa kini menghargai asimilasi berbau Indonesia meskipun dengan model dari kebudayaan Cina!" jelas Sonny.

Selebritas Hollywood tak segan memakai cheongsam untuk mendapat tampilan ramping dan seksi. Lusia Kus Anna di Kompas.Com menulis, Cheongsam pada awalnya adalah gaun terusan dengan siluet lebar yang menutup seluruh badan, kecuali kepala, telapak tangan, dan jari kaki. Gaun ini juga aslinya memiliki leher tinggi dan tertutup.

Cheongsam banyak dipilih para perempuan China karena alasan ekonomi, yakni bisa dipakai dalam berbagai kesempatan, selain tentunya nyaman dipakai. Proses pembuatannya juga mudah dan tak memerlukan banyak material bahan karena tak memerlukan banyak aksesoris.

Di akhir tahun 1920-an, seiring berdatangannya warga Eropa dan Amerika ke Shanghai, desain cheongsam berubah menjadi lebih modern. Perempuan China, terutama dari kalangan kelas atas, membuat cheongsam menjadi pas di badan dan menjadi lebih pendek, hingga sedikit di bawah lutut. Untuk memudahkan si pemakainya berjalan, bagian bawah gaun diberi belahan pinggir.

Panjang lengan pun berubah, dari yang awalnya menutup hampir seluruh lengan menjadi sangat pendek, hanya sedikit di bawah bahu. Material busana dan warnanya juga semakin variatif.

Siluet cheongsam yang ramping dan mengikuti bentuk tubuh juga membuat para bintang Hollywood jatuh cinta. Salah satu aktris yang tampak cantik memakai busana ini adalah Nicole Kidman, Madonna dan Kirsten Dunst. Tak ketinggalan, para desainer dari luar Asia juga memperlihatkan rancangan cheongsam dalam koleksinya, mulai dari Louis Vuitton, Marc Jacobs, sampai Ralp Lauren. (t/r9/c)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments