Jumat, 05 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Menikmati Kuliner Singapura Bercita Rasa Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014 20:08 WIB
Singapura (SIB)- Singapura, menurut Singapore Tourism Board 2014, bagai rumah kedua bagi Indonesia. Tak hanya urusan destinasi wisata, masyarakat Tanah Air ke sana juga gandrung berbelanja dan menjelajah kuliner. Meski urusan yang ditulis terakhir itu cenderung ke cita rasa oriental namun pengunjung yang datang tetap harus menikmati kuliner khas yang masih satu selera dengan lidah orang Indonesia. "Kami melihat wisatawan juga suka berkuliner, makanya kami tawarkan pilihan kuliner terbaik di sekitar hotel tempat mereka menginap,"  tulis Chief Executive Officer Far East Hospitality Arthur Kiong, seperti disiarkan OkeFood, Senin, (26/5).

Berjarak 15 menit dari Hotel Far East Hospitaly terdapat pusat jajanan kaki lima (Hawker Food) dengan rupa-rupa kuliner sesuai selera warga Indonesia.
Berikut  rekomendasi kuliner:

Swee Choon Tim-Sum
Swee Choon Tim-Sum (Dim Sum) merupakan pilihan sempurna. Pelanggan dapat memilih untuk duduk di ruangan dengan penyejuk udara atau di ruangan terbuka. Kedai ini mulai dibuka pukul 18.00 sore hingga 06.00 pagi waktu setempat. Kedai ini mudah diakses dari pusat kota, sehingga menarik bagi keluarga, anak muda, maupun pencinta kuliner yang mencari makanan di tengah malam.

Yang menjadi favorit di kedai ini ada har kao kukus (dengan potongan udang segar di dalamnya), bubur century egg dan roti gurih custard telur asin. Harganya kisaran Rp5 ribu sampai Rp45 ribu.

Old Airport Road Food Centre
Tempat ini menjadi pusat kuliner favorit berbagai blogger makanan. Kuliner ini ditawarkan jauh lebih lezat dengan harga yang jauh lebih murah. Penggemar tiram dan kerang akan jatuh cinta ketika mencelupkan omelet tiram dan kerang mereka ke dalam saus pedas.

Omelet tiram menggabungkan rasa asam, manis, pedas dan gurih yang lezat. Selain itu, ada berbagai olahan nasi, bakso ikan goreng dan panggang, dan berbagai macam mi juga bisa ditemukan.

Kedai ini buka dari siang hingga tengah malam, surga kuliner ini dapat cukup merogoh kocek.

Curry Times
Tempat ini berkesan bagi pencinta budaya dan sejarah dengan nuansa yang membawa pengunjung kepada kedai khas Cina tempo dulu. Kedai ini dilengkapi dengan meja marmer dan kursi kayu. Roti kari, kari ayam, potongan kari ikan gurih merupakan beberapa pilihan hidangan spesial yang dapat dicoba.

Jika bukan penggemar pedas, bisa memilih tingkat kepedasan yang sesuai diinginkan. Sebelum meninggalkan kedai ini, jangan lupa mengambil sekantong kudapan biskuit secara gratis yang dibuat dengan campuran kari yang menggiurkan.

Curry Times buka setiap hari pukul 07.00 hingga 21.30 waktu setempat. Dengan harga makanan di bawah Rp100 ribu bisa memanjakan lidah dengan semangkuk Kari terbaik.

Food Opera
Ide di balik pembuatan Food Opera adalah membawa berbagai kuliner yang ditawarkan pedagang kaki lima ke pusat kota, dengan nuansa elegan dilengkapi dengan perabotan dan dekorasi eksentrik. Dengan 26 kedai termasuk empat restoran kecil, Food Opera menawarkan pencinta kuliner dengan berbagai jenis pilihan makanan lokal seperti mi daging sapi scotts, mi udang goreng hokkien yong heng, dan nasi bebek panggang luk yu teahouse dan restoran yang termasyhur. Buka pukul 10 pagi hingga malam dengan tarif Rp30 ribu hingga Rp120 ribu untuk tenggelam dalam kelezatan menunya.
Belum lagi di Ochard Road dapat menemukan lokasi pusat kuliner yang strategis dan nyaman?

Food for Thought
Kafe ini menawarkan konsep unik dengan teknologi canggih, menyediakan sistem swalayan yang memungkinkan pelanggan untuk memesan dan membayar di kasir tanpa petugas dan nantinya pelayan akan langsung mengantarkan pesanan ke meja. Warga pendatang mengklasifikasikan food for thought sebagai kafe modern dengan konsep unik. Menikmati makanan sampai Rp200 ribu, pengunjung sudah berkontribusi pada misi sosial penyediaan air bersih atau pemberantasan kemiskinan. (t/r9/d)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments