Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Sinar Wanita
  • Ekspedisi Warisan Kuliner Barat ke Timur Nusantara, Soto dan Lontong Ada 100 Jenis

Ekspedisi Warisan Kuliner Barat ke Timur Nusantara, Soto dan Lontong Ada 100 Jenis

Minggu, 08 Juni 2014 21:16 WIB
Jakarta (SIB)- Penikmat kuliner tradisional Indonesia dimanjakan dengan ribuan jenis makanan. Memparadekannya, tak cukup dalam satu tempat, seperti diadakan dalam Festival Jajanan Bango (FJB) 2014. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, FJB kali ini mengangkat tema Ekspedisi Warisan Kuliner Barat ke Timur Nusantara di mana makanan dari ragam pelosok dijajakan. Ttiga kota besar — yakni Jakarta, Medan - Sabtu, (7/6) di Lapangan Benteng serta Makassar — menjadi daerah pewakilan. “Kegiatan hendak diadakan di banyak kota tapi karena tahun pemilu, harus disesuaikan dengan agenda dimaksud,” ujar Senior Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia Nuning Wahyuningsih sambil mengatakan dalam tur kuliner yang diagendakan selesai Juni tersebut aa makin banyak gerai “Sekira 65 gerai makanan dari Indonesia barat hingga timur akan disuguhkan bagi para pecinta kuliner.

Selama ini banyak yang belum mengenal makanan Indonesia dari daerah tengah maupun timur. Jadi, di tahun ini kami ingin memperluasnya!”
Kadang, sudah mengenal makanan tapi karena ragam jenis, cita rasanya sangat variatif. Soto, misalnya, ada lebih dari 100 jenis soto yang terhidang, ada soto padang, soto lamongan, soto bandung, soto mi, coto makassar, dan soto sulung. Sama halnya dengan lontong yang beragam, seperti lontong sayur, sate lontong yagn ada dari tiap daerah. Tetapi semua makanan itu tersamung menjadi satu dengan kecap. Dalam FJB, ada terdapat banyak pilihan makanan yang mungkin belum pernah dijumpai para pengunjung. Khasanah kuliner pun turut mereka dapatkan nantinya. “Kami selalu ingin memberikan kepuasan kepada masyarakat Indonesia, bukan sebatas hanya tahu aroma dan rasa makanan, tapi juga edukasi makanan sehingga mereka semakin cinta kuliner Indonesia,” ujar Nuning Wahyuningsih.

Selain menjaja kuliner khas, FJB mengedukasi publik tentang kecap Bango di Indonesia yang sudah ada sejak 85 tahun lalu. “Sehingga masyarakat akan semakin mengenal proses pembuatan kecap, dari bahan mentah hingga jadi,” jelas Nuning sambil mengatakan pada tahun delapan pelaksanaannya, FJB adalah salah satu agenda tahunan terbesar persembahan Bango untuk mengapresiasi para legenda kuliner Nusantara dan juga memuaskan selera para pecinta kuliner Nusantara.

Berdasarkan penelusuran Bango, ternyata kecap adalah salah satu dari segelintir bumbu masak yang dapat menyatukan Nusantara. Kecap tidak hanya ditemui di kuliner Jawa dan sekitarnya, namun juga tersebar dari berbagai wilayah lainnya.

Legenda Kuliner yang berpatisipasi dalam tahun ini adalah: Mie Aceh Sabang; Pindang Ikan Patin Pondok Wong Palembang; Nasi Minyak Jambi; Sate Klatak Mak Adi Jogjakarta; Tengkleng Klewer Bu Edi Solo; Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya; Mie Koclok Mas Edi Cirebon; Nasi uduk Babe H Saman; Ikan Bakar Parape Ibu Etty; Coto Makassar Kedai Pelangi serta masih banyak legenda kuliner Nusantara lainnya. (rel/t/r9/c)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments