Selasa, 29 Sep 2020

Ani Yudhoyono Koleksi Kain Daerah Sejak Remaja

Minggu, 18 November 2018 13:23 WIB
Ani Yudhoyono
Kecintaan terhadap kain nusantara membuat sosok Ani Yudhoyono rajin mengoleksi kain dari setiap daerah yang dikunjunginya.

Di rumah, istri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu punya lemari khusus untuk menyimpan kain.

Bahkan beberapa kain dipajangnya dan dirotasi secara berkala. Pada kesempatan tertentu Ani kerap memandangi kain-kain tersebut dan mengagumi kecantikannya.

"Hampir semua daerah di Indonesia saya punya. Karena saat datang ke suatu tempat saya biasa koleksi satu atau dua dan akhirnya banyak sekali," katanya ketika ditemui di pameran dan bazar tenun Cita Tenun Indonesia di Pacific Place, Jakarta, Kamis (15/11).

Ani mengaku tak pernah menghitung secara persis jumlah kain yang dimilikinya. Namun, saking cintanya dengan kain daerah Indonesia, ia pernah membuat buku dengan topik tersebut.

Menurutnya, kain daerah adalah salah satu bagian dari budaya Indonesia yang harus dicintai, dilestarikan dan disampaikan kepada dunia.

Dari sekian banyak kain yang dimilikinya, kain daerah khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Palembang menjadi favoritnya.

Cerita di balik pembuatan sehelai kain menjadi salah satu yang dicari Ani ketika membeli kain.

"Dari NTT luar biasa bagus-bagus. Saya senang motif Sumba. Jadi ada ceritanya. Apalagi kalau sudah tahu cerita dari satu tenun, saya makin tertarik," kata wanita bernama lengkap Kristiani Herrawati itu.

Dalam setiap kesempatan Ani selalu berusaha menyebarkan kecintaan terhadap kain daerah, yaitu dengan cara menggunakannya. Ani hampir selalu keluar rumah mengenakan kain daerah, terutama pada acara-acara formal.

Bahkan, ketika masih menjabat ibu negara, Ani kerap menyesuaikan kain daerah yang digunakannya sesuai daerah yang dikunjunginya.

"Misalnya, ke Kalimantan Tengah. Saya berusaha pakai wastra dari Kalimantan tengah. Ke NTT, saya pakai dari NTT," ujarnya.

Hal itu dilakukan agar masyarakat setempat merasakan kedekatan personal dengannya, meskipun Ani sendiri tak berasal dari daerah tersebut.

"Saya selalu usahakan, apresiasi kepada mereka juga. Meningkatkan semangat mereka untuk terus melestarikannya," kata Ani.

Berkat orangtua
Ani sudah sejak remaja mengoleksi kain daerah, baik tenun maupun batik. Ia mengoleksinya satu persatu hingga jumlahnya tak lagi ia ingat.

Kecintaan Ani terhadap kain daerah ternyata ditularkan oleh sang ibu. Ani bercerita, ibunya sering memakai kain daerah dalam berbagai kesempatan.

Hal itu membuat Ani kecil terbiasa melihat kain daerah dan kecintaan itu pun tumbuh.

Seiring bertambahnya usia, Ani bersyukur bisa mengoleksi lebih banyak kain daerah daripada ibunya.

Apalagi saat menjadi ibu negara, Ani sempat berkunjung ke semua daerah di Indonesia yang kemudian dimanfaatkannya untuk mengumpulkan kain.

Sementara sang ibu merupakan istri tentara yang kemudian menjadi istri duta besar sehingga jangkauan daerahnya cenderung lebih terbatas.

"Inilah mungkin keuntungan saya daripada ibu saya. Saya punya lebih banyak kesempatan untuk bisa mengenali Indonesia dan wastra dari seluruh daerah," ucap Ani.

Kecintaan itu pun ia tularkan kepada anak dan cucu. Ani juga bersyukur memiliki dua menantu yang sama-sama menyukai kain daerah.

Bahkan cucunya yang paling kecil, Gayatri Idalia Yudhoyono atau yang biasa disapa Gaya, sudah mulai dipakaikan baju dengan kain daerah.

"Sekarang mungkin dia enggak mengerti, pokoknya dipakai saja. Tapi saya kira dengan dibiasakan pakai dari kecil, lama-lama dia akan terbiasa pakai," ucap wanita kelahiran Yogyakarta, 6 Juli 1952 itu. (Kps/f)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments