Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak

Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak

admin Minggu, 18 Agustus 2019 13:41 WIB
SIB/Dok
Kedua siswi SMA ini meneliti herba asli Dayak.
Jakarta (SIB) -Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh prestasi 2 siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya meneliti herba tradisional Suku Dayak untuk obat kanker payudara.

Dua putri dari tanah Dayak tersebut berhasil mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia di mata dunia. Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri sukses memperkenalkan obat tradisional yang mampu menyembuhkan penyakit tumor ganas, yaitu kanker payudara, di kompetisi internasional.

Dikutip dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Aysa dan Anggina sebelumnya telah mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, keduanya dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Kedua siswi dari SMAN 2 Kota Palangka Raya ini berhasil meraih Gold Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman alami. Tamanan yang mereka perkenalkan dalam ajang tersebut adalah Akar Bajakah Tunggal yang berasal dari Kalimantan Tengah.

Diberitakan sebelumnya, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel di bagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.

Sayangnya, saat dihubungi, Aysa maupun Anggina masih belum berkenan untuk diwawancara. Demikian juga dengan guru pembimbing mereka, Helita, mengaku belum memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan seputar prestasi kedua siswi bimbingannya tersebut.

"Maaf, untuk sementara ini kami lagi padat, Mbak," kata Helita. (detikhealth/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments