Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Sinar Remaja
  • Utak-atik Komputer, Jim Geovedi Mampu Geser Satelit dari Orbit

Utak-atik Komputer, Jim Geovedi Mampu Geser Satelit dari Orbit

Minggu, 16 Februari 2014 13:13 WIB
SIB/Int
Jim Geovedi
Lampung (SIB)- BBC, Kamis (13/2), memublikasikan, ada sedikit hacker yang ditakuti dunia. Dua dari sedikit itu berasal dari Indonesia yakni Jim Geovedi dan Raditya Iryandi. Deutsche Welle, media yang berbasis di Jerman, menulis, Jim Geovedi ditakuti karena dengan hobi mengutak-atik komputer mampu menggeser satelit dari orbitnya.

Di Indonesia, Geovedi dikenal sebagai pemandu piringan hitam alias disc jockey. Bersama Raditya Iryandi, Geovedi terkenal sebagai pencipta lagu yang buah karyanya dibawakan Cherrybell dan Bexxa.

Nyatanya, sejak tahun 2004 ada 2 orang hacker yang dapat menghack pada satelite di seluruh dunia, seperti VSAT dan Satelit Comercial TV Malaysia. Artinya, kalau cuma hacker biasa seperti pembobolan kartu kredit, defece website sudah sangat kecil di mata keduanya.

Meski ditakuti, Jim Geovedi adalah pemuda ‘biasa’ saja. "Saya pandai dalam membuat masalah, menimbulkan konspirasi tingkat tinggi dan berpura-pura menjadi jenius."

Kalimat `nyeleneh` yang terpampang di halaman utama website Jim Geovedi itu pernah diperagakan Jim dalam sebuah pertemuan hacker internasional saat menjadi pembicara atas isu keamanan satelit pada tahun 2006. Tidak hanya dapat mengubah arahnya saja, pria kelahiran kelahiran 28 Juni 1979 ini juga mampu menggeser satelit milik para kliennya.

SCTV memberitakan, kemampuan Geovedi itu membuatnya dijuluki ‘sebagai sosok yang tidak mirip dengan penjahat James Bond, namun ia memiliki sejumlah rahasia yang mungkin ingin diketahui oleh banyak orang’.

Geovedi bukanlah lulusan universitas ternama, tapi cuma lulusan sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lampung. Geovedi juga sempat menjalani kehidupan yang keras sebagai seniman grafis. Beruntung, ia bertemu dengan seorang pendeta yang memperkenalkan dirinya dengan dunia komputer dan internet.

Sejak saat itu ia belajar secara otodidak dengan cara mengintip ruang chatting para peretas ternama dunia. Berkat kerja kerasnya dalam mempelajari seni merangkai kode perangkat lunak dan memanipulasi perangkat keras komputer, ia pun akhirnya menjadi salah satu hacker yang cukup disegani.

Kisah Jim juga pernah diulas di Archive.Cert.Uni-Stuttgart.de, yang menceritakan bahwa dirinya mendapatkan kemampuan hacker tidak karena sekolah tinggi atau mempunyai gelar IT, tetapi mempelajari sistem internet dan komputer secara otodidak dari pergaulannya yang luas dengan para hacker dunia.

Dengan keahlian yang dimilikinya, jika mau Geovedi bisa melihat percakapan email atau sekadar mengintip kehidupan pribadi seseorang di dunia maya. Bahkan ia pun bisa saja mencuri data-data penting, seperti lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau mengamati sistem pertahanan negara.

Pria yang juga berprofesi sebagai produser musik itu juga kerap menjadi pembicara di seminar sistem keamanan dalam pertemuan peretas internasional. Mulai dari Berlin, Amsterdam, Paris, Torino, hingga Krakow di Polandia.

Karir terus berlanjut dengan mendirikan perusahaan untuk lembaga pemerintahan C2PRO Consulting pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2004, ia mendirikan sekaligus mengoperasikan perusahaan konsultan keamanan `Xynexis International` yang sebelumnya bernama TI Bellua Asia Pacific dan juga mendirikan Noosc Global.

Tahun 2004, Geovedi direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mencari tahu pelaku penjebol pusat data penghitungan suara pemilu dan berhasil.

Tahun 2012, Geovedi hijrah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi. Dua tahun terakhir, ia mengaku tertarik untuk mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yaitu kecerdasan buatan yang membuat sebuah mesin dapat melakukan apapun yang diinginkan sang perancang.

Deutsche Welle melaporkan, Geovedi lebih suka menganggap dirinya sebagai pengamat atau terkadang partisipan aktif dalam `seni mengawasi` dari tempat yang jauh dan aman.

Dimasukkan sebagai orang berbahaya, Geovedi memang mampu melongok percakapan surat elektronik atau sekedar mengintip perselingkuhan anda di dunia maya. Geovedi bisa saja mencuri data-data penting: lalu lintas transaksi bank, laporan keuangan perusahaan atau bahkan mengamati sistem pertahanan negara. “Kalau mau saya bisa mengontrol internet di seluruh Indonesia,” tulis media Jerman tersebut.

Geovedi bisa mengubah arah gerak atau bahkan menggeser posisi satelit. Keahliannya ini bisa dilihat di Youtube. Tapi Jim Geovedi menolak disebut ahli. (t/r9/q)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments